Pelatihan mindfulness untuk menurunkan depresi pada penderita lupus
LESTARI, Yuni Rahayu, Dr. Tina Afiatin, MSi. Psi
2008 | Tesis | S2 PsikologiLebih dari 40% penderita lupus mengalami masalah psikologis dan yang paling sering dialami oleh penderita lupus adalah depresi. Depresi memiliki kaitan dengan aktifnya sel-sel lupus. Agar tidak mudah kambuh, maka penderita lupus diharapkan dapat mengelola emosi, kognitif, dan perilakunya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan mindfulness untuk menurunkan depresi pada penderita lupus. Partisipan adalah 10 orang wanita penderita lupus berusia 20-35 tahun, yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Desain penelitian adalah randomized pretest-posttest control group design. Pengukuran depresi dilakukan dengan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) pada saat sebelum pelatihan, setelah pelatihan dan tindak lanjut. Analisis kuantitatif menggunakan Mann-Whitney U (U test) dengan gain score, menunjukkan ada perbedaan skor depresi yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada pengukuran gain score dengan Z= -2,635 dan p = 0,008 (p < 0,01). Analisis kualitatif dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui pengalaman partisipan selama pelatihan berlangsung terkait dengan efektivitas pelatihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness efektif untuk menurunkan depresi pada penderita lupus.
More than 40% people with lupus are facing psychological problems, and depression is the most common problem among lupus patients. Depression is correlated to the active condition of the lupus cells. To prevent the relapse, the patients are expected to manage their emotion, cognitive and behavior well. This research has a specific purpose to knowing the effectiveness of mindfulness training programs to reduce the depression of lupus patients. The participants consist of 10 women who suffer from lupus ranging from 20 to 35 years old, divided into experimental group and control group. The research design is randomized pretest-post test control group. The measurement of depression level is using Beck Depression Inventory (BDI) before the training program, after the training program and follow up. The quantitative analysis using Mann- Whitney U (U test) with gain score, shows that there is a significant difference of depression scores between experiment group and control group with Z= -2,635 and p = 0.008 (p < 0,01), while the qualitative analysis using the result of observation and interviewing to gather participant's experiences during the training program is related to its effectiveness. The analysis result shows that mindfulness training programs are effective to reduce the depression of lupus patients.
Kata Kunci : Penderita Lupus,Pelatihan mindfulness,depresi,Lupus Patients, Mindfulness Training, Depression