Efektivitas pelatihan asertivitas untuk menurunkan dorongan melakukan kenakalan remaja pada siswa SMA
FATIASARI, Nike, Dr. Wisjnu Martani, S.U., Psi
2008 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertivitas dalam menurunkan dorongan melakukan kenakalan remaja pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan pretest-postest control group designs. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMA, berusia antara 15-18 tahun, dan mempunyai kelompok teman sebaya. Partisipan penelitian ini berjumlah 38 orang terdiri dari dua kelompok, 19 orang sebagai kelompok eksperimen dan 19 orang sebagai kelompok kontrol. Pengukuran tingkat kenakalan remaja dilakukan tiga kali, yaitu sebelum pelatihan asertivitas, sesudah pelatihan asertivitas, dan dua minggu setelah pelatihan asertivitas. Analisa data dilakukan secara kuantitatif menggunakan analisis ANAVA repeated measures menunjukkan nilai F = 18,495 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan asertivitas secara signifikan efektif menurunkan kenakalan remaja. Hasil eta kuadrat menunjukkan nilai 0,339 yang berarti bahwa sumbangan efektif pelatihan asertif dalam menurunkan tingkat dorongan melakukan kenakalan remaja adalah 33,9%. Pelatihan asertivitas ini dapat digunakan sebagai slah satu alternatif tritmen untuk menurunkan dorongan melakukan kenakalan remaja pada siswa SMA.
The purpose of this research is to obtain the effect of assertivenes training in reducing impuls the juvenile delinguency in high school students. This research used pretest-postest control group design. The subjects of this research are high school students aged between 15-18 years old and have peer group. The number of participant are forty students were devided into two groups, twenty subjects as experiment group and twety subjects as control group. Measurement of juvenile delinguency is held three times, i. e before the conduct of assertiveness training, after the assertiveness training, and two weeks after the assertiveness training. Data analysis held through repeated measures ANOVA showed the score F = 18,495 (p<0,05). This shows that assertivenss training is significanly effective in reducing juvenile delinguency level among high school students. Effective contribution of assertiveness training in reducing juvenile delinguency level is 33,9%. Therefore, this assertiveness training could be used as one of the alternative treatment in reducing impuls the juvenile delinguency among high school students.
Kata Kunci : Kenakalan remaja,Pelatihan asertivitas,juvenile delinguency, assertiveness training