Analisis pengaruh stock split terhadap likuiditas saham
LAWADINATA, Lioe Lawrence Yustinian, Irwan Taufik Ritonga, SE., M.Bus
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenSelama periode tahun 2003-2007 aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan adanya peningkatan. Peningkatan aktivitas perdagangan saham tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan minat investor dalam melakukan perdagangan saham di BEI. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan emiten di BEI untuk meningkatkan likuiditas saham perusahaannya, salah satu caranya yaitu dengan melakukan stock split. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama perusahaan yang melakukan stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas saham perusahaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah stock split meningkatkan likuiditas saham perusahaan emiten yang melakukan stock split tersebut di BEI pada periode tahun 2003-2007. Penelitian ini dilakukan terhadap 40 perusahaan yang melakukan stock split pada periode tahun 2003-2007 di BEI. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 proksi likuiditas saham, yaitu bid-ask spread dan frekuensi perdagangan saham. Pada penelitian ini dilakukan uji dua rata-rata (uji-t) terhadap rata-rata persentase bid-ask spread dan rata-rata frekuensi perdagangan saham pada periode 5 hari sebelum stock split dengan 5 hari sesudah stock split dilakukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji yang dilakukan terhadap persentase bid-ask spread, stock split tidak meningkatkan likuiditas saham perusahaan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa berdasarkan uji yang dilakukan terhadap frekuensi perdagangan saham, stock split meningkatkan likuiditas saham perusahaan.
During the period of 2003-2007, there was an increase in trading activities in Indonesia Stock Exchange (IDX). The increase of trading activities also indicated that there was an increase in investors interest in stock trading at IDX. This is an opportunity for the companies listed at IDX to increase their stock liquidity, which one of the ways is by doing stock split. Several researches indicate that the main motive for the companies in doing stock split is to increase their stock liquidity. The purpose of this research is to know whether stock split did increase stock liquidity of the IDX-listed companies which did the stock split in the period of 2003-2007 or not. This research uses the data of 40 IDX-listed companies which did the stock split in the period of 2003-2007. This research uses 2 proxies of stock liquidity, which are the bid-ask spread and the stock trading frequency. In this research, the t-test is used to test the average of the bid-ask spread percentages and the average of the stock trading frequencies in between 5 days before stock split and 5 days after stock split. The results of this research indicates that based on the test done to the bidask spread percentage, stock split didn't increase stock liquidity. The research also indicates that based on the test done to the stock trading frequency, stock split did increase stock liquidity.
Kata Kunci : stock split, likuiditas saham, bid-ask spread, frekuensi perdagangan saham, stock liquidity, stock trading frequency