Laporkan Masalah

Revitalisasi posyandu di Kabupaten Lombok Tengah

WIDIASTUTI, Sri Muliana, Dr. Ambar Widaningrum

2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Kasus Gizi buruk yang mencuat di Kabupaten Lombok Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2005 mengagetkan masyarakat Indonesia, terlebih karena daerah Nusa Tenggara Barat merupakan daerah Lumbung Beras yang yang terkenal dengan swasembada pangannya namun masih menyisakan masalah gizi buruk yang menjadikan daerah NTB sebagai status Siaga untuk Gizi Buruk. Selain kasus gizi buruk persalinan ke tenaga kesehatan di Kabupaten Lombok Tengah juga masih tinggi mengakibatkan pemerintah mengeluarkan kebijakan Revitalisasi Posyandu. Namun setelah beberapa tahun terakhir cakupan kegiatan revitalisasi posyandu belum menunjukkan hasil yang signifikan. Cakupan D/S masih rendah, gizi buruk masih tinggi dan persalinan ke tenaga kesehatan juga masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang proses revitalisasi posyandu dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses revitalisasi posyandu di Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diperleh dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan langsung melakukan observasi dan wawancara di lapangan terhadap informan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan-laporan, makalah dan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan Revitalisasi Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses revitalisasi posyandu belum berjalan dengan baik. Pelatihan kader masih belum menyentuh semua kader posyandu, kegiatan posyandu masih belum berjalan dengan seharusnya, pembinaan belum maksimal dilakukan baik oleh para tim pembina di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa, maupun oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat. Partisipasi masyarakat juga masih rendah dimana masih kurangnya jumlah dana sehat yang mendukung kegiatan posyandu di masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhinya proses revitalisasi posyandu di Kabupaten Lombok Tengah antara lain ketersediaan input (sarana dan parasarana, pendanaan, dan sumber daya manusia), komitmen (internal dan eksternal) dan budaya masyarakat (nilai dan kebiasaan). Di Kabupaten Lombok Tengah komitmen sangat mempengaruhi proses revitalisasi posyandu. Komitmen eksternal yang kurang dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses revitalisasi posyandu menyebabkan kurang berhasilnya proses revitalisasi posyandu. Pelaksanaan yang gagal dalam proses revitalisasi posyandu yang ditandai dengan kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu sehingga posyandu belum dapat dikatakan milik masyarakat yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat. Ketersediaan input tidak memadai dan budaya masyarakat berupa nilai dan kebiasaan bersalin ke dukun beranak juga mengakibatkan proses revitalisasi posyandu belum dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini merekomendasikan agar komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam proses revitalisasi posyandu termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan dukun beranak dapat ditingkatkan sehingga upaya peningkatan kinerja revitalisasi ini benar-benar dapat terwujud. Disamping itu kebijakankebijakan pemerintah yang dikelurkan dalam mendukung proses revitalisasi posyandu hendaknya memperhatikan budaya masyarakat setempat

Case of poor nutrition in the District Central of Lombok, Province of West Nusa Tenggara in 2005 surprised Indonesian society, because the West Nusa Tenggara (NTB) area is a famous Rice Mow with self-sufficiency in food, suffered of poor nutrition which makes NTB area Ready Status to Poor Nutrition. In addition to the poor nutrition case, health personnel rotation in the District Central of Lombok also still resulted in Posyandu (Integrated Service Post) Revitalization policy published by the government. However, after some last years, the Posyandu revitalization activities had not shown significant results. D/S coverage was still lower. Therefore, it was necessary to research Posyandu revitalization process and factors affecting the Posyandu revitalization process in the District Central of Lombok. Methods used in this research were qualitative methods. Data collected were primary and secondary data. The primary data were collected by field observation and interview with informants. Whereas secondary data were collected from reports, papers, and regulations associated with the Posyandu revitalization. The results of research indicated that the Posyandu revitalization process had not worked well. Cadre training had not touched all Posyandu cadres, Posyandu activities had not run properly, construction had not been conducted maximally by construction team in district kevel, sub-district and village; and figures of religions and society. Societal participation had also been lower, where it lacked of total health fund to support the Posyandu activities in society. Factors affecting Posyandu revitalization process in Kabupaten Lombok Tengah (the District Central of Lombok) were availabilities of inputs (instruments and infrastructures, fund and human resources), commitment (internal and external) and social culture (value and tradition). the District Central of Lombok highly affected Posyandu Revitalization Process. Less external commitment of parties involved in the posyandu revitalization process caused less successful posyandu revitalization. Implementation failed in posyandu revitalization process characterized by less social participation in posyandu activities so that posyandu had not been considered belonging to society growing from, by, and for the society. Input availability was insufficient and social cultures were values and tradition to delivery in tradisional pediatrician as to make the posyandu revitalization process not work well. This study recommends the commitment of all parties involved in the posyandu revitalization process, including religious pioneers, societal figures, and traditional pediatrician, could be actually realized. In addition, published governmental policies to support the posyandu revitalization process should consider local society culture.

Kata Kunci : Revitalisasi, Posyandu, Proses revitalisasi posyandu, revitalization, Posyandu (integrated health care center), Posyandu revitalization process


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.