Laporkan Masalah

Pelaksanaan tunjangan daerah dengan sistem program for effective staff income (profesi) di Kota Bukittinggi

OKTAVIA, Nenta, Dr. Agus Pramusinto, MDA

2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Fungsi dan peran birokrasi yang dioperasikan oleh para aparatur pemerintah sangatlah penting di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Di dalam birokrasi, sumber daya manusia yang berupa aparatur pemerintah sebagai faktor kunci terhadap proses perubahan yang meliputi segenap aspek kehidupan bernegara. Aparatur menjadi penentu utama dalam penyelenggaraan pelayanan yang hakekat sesungguhnya adalah untuk melayani kebutuhan dan kepentingan manusia itu sendiri. Realitas kinerja pelayanan publik yang dilakukan oleh aparatur birokrasi yang selama ini dirasakan oleh sebagian besar masyarakat selaku pengguna layanan, masih belum menunjukkan kinerja pelayanan yang memadai dan tidak sesuai harapan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kinerja pegawai, salah satunya dengan memperbaiki sistem penerimaan pegawai negeri. semenjak tahun 2005, pemerintah Kota Bukittinggi telah melaksanakan program insentif berupa pemberian tunjangan daerah dengan sistem Program for effective staff income (Profesi). Untuk itu penulis tertarik untuk mengkaji tentang pelaksanaan tunjangan daerah dengan sistem PROFESI di Kota Bukittinggi. kajian ini meliputi mekanisme pelaksanaan tunjangan daerah dengan sistem profesi yang kemudian dilanjutkan tentang implikasi dari penerapan tunjangan daerah dengan sistem profesi, berupa berbagai tanggapan dari pegawai negeri sipil dilingkungan pemerintah Kota Bukittinggi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memberi makna atas fenomena yang ditemui, oleh karena itu dalam pengumpulan data penulis melakukan pengamatan (observasi), wawancara dan mempelajari dokumen-dokumen yang terkait dengan tujuan penelitian. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas yang dilakukan oleh Tim Teknis tunjangan daerah dan juga didukung dengan pengalaman selama bekerja di Pemerintah Kota Bukittinggi. Hasil observasi kemudian diperdalam dengan wawancara dengan informan kunci. Pemilihan informan didasarkan atas kapabilitas dan kompetensi dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. Dalam melakukan analisis terhadap penemuan yang diperoleh, penulis mengkaitkan dengan teori insentif yang berdasarkan penilaian prestasi kerja. Hasil penelitian yang dilakukan adalah mekanisme penilaian dalam pemberian tunjangan daerah dengan sistem PROFESI dikaitkan dengan penilaian prestasi kerja yang didasarkan kepada indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam pelaksanaannya masih ada terdapat kendala antara lain subjektifitas dalam penilaian yang dilakukan oleh atasan langsung pegawai. Selain itu keadilan dari kriteria penilaian perlu diperjelas sehingga tidak terjadi ketidakadilan dalam proses penilaian.

The function and role of bureaucracy operated by the government staff is very important in the life of society and country. Within bureaucracy, manpower is a key factor of alteration process that includes any aspect of living in the country. Government staffs are the main determinant in conducting services which actually is serving the need and interest of people. The reality of public service performance managed by bureaucracy staffs, according to majority of public as the user of that service, is not yet suitable enough and far from the hopes. Many efforts had been done by the government to make the performance of their staffs better, one of which was through the civil servant recruitment system. Started by 2005, the government of Bukittinggi performed an incentive program giving the region financial support through Profesi system. The author interested in reviewing the implementation of such PROFESI system in Bukittinggi City, comprising its mechanism, implication, and responses from civil servants in Bukittinggi City. Qualitative descriptive was the methods employed by this research to obtain the meaning of this phenomenon, included observations, interviews, and learned the documents related to the objective of this research. Observations were performed to watch the operation of the PROFESI Technical Team and also supported by working experience as Bukittinggi Government staff. The result of observation were then intensified by interviews with the key informants. Informants were selected based on their capability and competence. The results were then analyzed by relating them to the incentive theory based on working achievements. This research found that the appraisal mechanism in the implementation of region financial support system through PROFESI related to working performance based on predetermined indicators. Constraints were found by this research, such as subjectivity in the appraisal system conducted by the direct superiors. In addition, fairness of the appraisal criterion are still need to be more clarified to wipe the unfair appraisal process.

Kata Kunci : Program Insentif,Penilaian Prestasi kerja,incentive program,Working Performance Appraisal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.