Laporkan Masalah

Evaluasi kebijakan asuransi kesejahteraan sosial pekerja informal yang dikelola organisasi sosial di Kota Yogyakarta

ROSILAWATI, Prof. Dr. Muhadjir Darwin

2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Amanat Undang-undang Dasar pada pasal 34 ayat 2, menyebutkan bahwa Negara mengembangkan sistim jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan motivasi maupun produktivitas kerja. Jadi terhadap pekerja informal/rentan telah ada perlindungan sosial dalam bentuk Asuransi Kesejahteraan Sosial berbasis masyarakat.Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta salah satu provinsi yang telah melaksanakan program askesos antara lain kota Yogyakarta yang penduduknya semakin padat ada indikasi usaha informalnya semakin tinggi oleh karenanya akan lebih tepat ada program askesos yang dikelola orsos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberhasilan implementasi kebijakan askesos bagi pekerja informal yang dikelola orsos di kota Yogyakarta dan faktorfaktor yang mempengaruhinya Dalam rangka mencapai tujuan penelitian tersebut penulis berupaya membahas faktor-fakto yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan Askesos hasil penggabungan model dari beberapa ahli yang meliputi faktorfaktor: Komunikasi, Sikap Pelaksana, Sumber daya manusia, Sikap Kelompok sasaran yang semuanya sangat berpengaruh dan sesuai dengan pertanyaan penelitian penulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan deskriftif kualitatif. Tekhnik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 30 informan.Prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriftif dan temuan-temuannya lebih banyak dilukiskan dalam kata-kata dari pada angka-angka.Kemudian inti pokok kebijakan program askesos adalah memberikan jaminan dan memberdayakan masyarakat pekerja informal/rentan terutama yang punya potensi dan diimplementasikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dengan kondisi lingkungan adanya responsivitas masyarakat. Hasil penelitian berdasarkan pengamatan penulis dilapangan menunjukkan bahwa hasil pelaksanaan program askesos yang dikelola orsos di kota Yogyakarta dapat disimpulkan : (1) Jumlah peserta askesos belum maksimal karena pengelola askesos dalam melaksanakan sosialisasi belum merata keseluruh wilayah dalam kota Yogyakarta. 2) Premi peserta askesos besarannya cukup terjangkau diterima positif oleh masyarakat peserta, namun karena kurang aktifnya pihak pengelola melaksanakan tugas sehingga sebagian besar peserta tidak memenuhi kewajiban membayar premi. 3) Dana klaim peserta askesos merupakan bantuan kesejahteraan yang telah dirasakan peserta askesos manfaatnya walau masih relatif kecil nilainya. 4) Modal usaha peserta askesos merupakan bantuan simpan pinjam yang juga manfaatnya telah dirasakan peserta askesos untuk pengembangan usahanya tetapi karena pihak pengelola tidak aktif melaksanakan tugasnya, maka sebagian besar peserta askesos menunggak angsuran pinjaman.

Constitution mandate at article 34 verse 2 states that the state establishes social security system for all citizens and empowers weak and incapable society based on humanity values. The benefit of the above vision can give secure feeling for workers so that they can concentrate more in increasing motivation and work productivity. Thus, there is already social protection for informal/vulnerable workers in the form of community bassed social welfare insurance.Yogyakarta special region province is a province that has done askesos program, that is, Yogyakarta city with increasingly denser population is indicated with higher informal works; thus, it is more suitable for the availability of social welfare insurance program managed by social organization. This study aims to observe how the successful implementation of social welfare insurance policy for informal workers managed by social organizations in Yogyakarta city and what factors influencing it. To attain this goal, the author discusses factors influencing successful implementation of Askesos policy from merging various models from experts, including: communication, official attitude, human resources, attitude of target group, all of which have influence and in accordance with the query of the author. Descriptive qualitative approach was used in this study. Data were collected using in-depth interview on 30 informants. The procedure in this study creates descriptive data and findings with more word description than number. Meanwhile, the core of askesos program policy is to give security and to empower people of informal/vulnerable workers, especially those who potentially implemented based on the assigned regulation based on environment condition and people responsiveness. Based on author’s examination in the field, the result shows that realization of the social welfare insurance program managed by social organization in Yogyakarta city can be concluded as follows: (1) The number of askesos participant is maximum because askesor organizer has not evenly socializing to all regions in Yogyakarta city. 2) Premium of askesor participants is fairly payable and can be positively accepted by members, but due to lack in active work of organizers, most of participants do not do his obligation in paying for premium. 3) Claim fund of askesos member is welfare aid felt by askesos participants as beneficial although the value is still relatively small. 4) Business capital of askesos participants is lending-saving aid with benefit that has been felt by askesos participants to develop their businesses but because organizers did not actively do their job, most of askesos participants installments payments was in arrears

Kata Kunci : asuransi,pekerja informal,organisasi sosial,askesos,insurance,askesor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.