Hubungan kelembagaan antara KPUD dengan pemerintah daerah dalam rangka pendataan pemilih untuk pilkada di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005
RAIS, Muhammad, Dr. Pratikno
2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikPilkada merupakan terobosan baru dalam kehidupan berdemokrasi untuk mewujudkan pemerintahan daerah didasarkan pada kedaulatan rakyat. Sebagai sarana demokrasi pada ranah lokal, menjadikan pilkada sebagai event penentuan siapa yang akan memimpin daerah sesuai dengan kehendak rakyat. KPUD sebagai penyelenggara teknis pilkada yang diamanatkan oleh UU berkewajiban untuk mensukseskan pelaksanaan event tersebut. Namun untuk mensukses pilkada tidak serta menjadi tanggungjawab dari KPUD, ada aktor/lembaga lain yang terlibat. Kondisi ini menjadi pemicu terjadinya jaringan dalam pelaksanaan pilkada yang membuka peluang terlibatnya beberapa aktor, terutama pada tahap pendataan pemilih. Studi ini dilakukan untuk menjawab permasalahan yang diajukan, yaitu bagaimana upaya KPU Kabupaten Ogan Ilir membangun hubungan yang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam rangka pendataan pemilih. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, digunakan pendekatan manajemen jaringan (network management), dengan harapan agar dapat diketahui upaya-upaya apa yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Ogan Ilir dalam membangun hubungan yang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam pendataan pemilih pilkada tahun 2005. Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah deskritif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan pilkada Kabupaten Ogan Ilir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Ogan Ilir dalam mengatasi permasalahan yang dialami pada tahapan pendaftaran pemilih, mengarah kepada teori manajemen jaringan (network management) yang ada, yaitu game management pada level network activation. Pada level ini terjadi upaya yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Ogan Ilir membangun hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dengan cara mengaktifan para aktor yang terlibat dalam pendataan pemilih. Sedangkan network structuring pada level influencing formal policy. Pada level ini, upaya yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Ogan Ilir berusaha mempengaruhi Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (Pejabat Bupati) dalam mengambil tindakan sehingga kebijakan yang lahir memberikan jalan kepada KPU Kabupaten Ogan Ilir dalam melaksanakan tugasnya.
The regional head election (Pilkada) is a breakthrough in democratic life aiming for the realization of regional governance based upon the sovereignty of the people. As a democratic instrument at local domain, pilkada is a decisive event for the election of regional leader corresponding to people’s aspiration. The Regional Election Commission (KPUD) ordained by the law as the technical executor of Pilkada bears responsibility to hold the event successfully. However, executing the pilkada successfully is not the sole responsibility of the KPUD; it instead involves other institutions. Such conditions trigger formation of networks which are prone to open the possibility of involvement of a few players particularly in the voter registration phase. The study sought to answer the question put forth: what efforts have been made by the KPUD of Ogan Ilir District in establishing synergetic relations with the Regional Government of Ogan Ilir District in the voter registration phase? In an attempt to answer the point at issue, the study employed network management approach in order to identify efforts made by the KPUD of Ogan Ilir District in establishing relations with the Regional Government of Ogan Ilir District in the voter registration phase of Pilkada 2005. The research was descriptive qualitative in design. Data were obtained from interviews and relevant documents. The research results showed that according to the network management theory, in dealing with problems that occurred during the voter registration phase, the KPUD of Ogan Ilir District applied game management in the network activation phase. It was in this phase that the KPUD of Ogan Ilir District made efforts in establishing relations with the Regional Government of Ogan Ilir District by actuating players involved in the voter registration phase. In the influencing formal policy phase, the KPUD of Ogan Ilir District applied network structuring by making attempts to influence the Regional Government of Ogan Ilir District (the Head of District) in taking actions so as to enable the KPUD of Ogan Ilir District to perform its duty.
Kata Kunci : Pilkada,Pendataan pemilih,Jaringan,Voter Registration, Network