Laporkan Masalah

Peran Tuha Peuet dalam pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM)-Mandiri :: Studi di Gampong Kota Bahagia-Kuala Batee Kab. Aceh Barat Daya-Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

BAKRI, Dasrita, Dr. M. Baiquni

2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Tuha peuet, selain sebagai lembaga adat di gampong juga menduduki peran yang sangat strategis dalam pemerintahan gampong yaitu sebagai wadah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta mengawasi jalannya pemerintahan gampong dalam rangka pelaksanaan pembangunan di gampong. Bagi beberapa pihak kearifan lokal ini masih saja dipandang sebelah mata. Hal ini bukanlah sekedar ungkapan yang tanpa alasan bila melihat fenomena tentang keberadaan lembaga adat dalam program pembangunan selama ini, dimana lembaga-lembaga adat umumnya belum mendapat tempat dalam program-program pembangunan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana peran tuha peuet pada PNPM-Mandiri dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran tuha peuet dalam PNPM-Mandiri yang diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam pemberdayaan lembaga adat dan untuk optimalisasi peran tuha peuet dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat gampong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan dan tertulis yang diamati dari informan-informan, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa Tuha Peuet memiliki 4 (empat) peran tuha peuet dalam pelaksanaan PNPM-Mandiri di gampong Kota Bahagia, yaitu: pertama, Peran Mediasi. Dalam melakukan peran ini, Tuha Peuet merupakan salah satu lembaga yang dapat membantu memfasilitasi penyelesaian konflik yang terjadi baik antara masyarakat maupun antar masyarakat dengan pihak-pihak lain yang terlibat pada pelaksanaan PNPMMandiri. Kedua, Peran Informasi. Dalam menjalankan peran ini, Tuha Peuet ikut terlibat dalam penyediaan informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan PNPMMandiri antara lain tentang potensi gampong dan informasi tentang pelaksanaan kegiatan PNPM-Mandiri di Gampong Kota Bahagia. Ketiga, Peran Perwakilan. Dalam menjalankan peran ini, Tuha Peuet ikut terlibat dalam tim delegasi gampong yang membawa aspirasi masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi. Keempat, Peran Tuha Peuet sebagai pengawas. Dalam menjalankan peran sebagai pengawas, Tuha Peuet melakukan pengawasan/kontrol pada proses dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan PNPM-Mandiri. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan peran tuha peuet adalah sebagai berikut: pertama, Faktor perundang-undangan yang mengatur tentang keberadaan tuha peuet. Adanya perundang-undangan yang mengatur tentang keberadaan Tuha Peuet dalam tata kehidupan masyarakat gampong telah memberikan payung hukum bagi keberadaan Tuha Peuet. Hal ini mendukung pelaksanaan program pembangunan gampong. Kedua, Faktor ketentuan dasar PNPM-Mandiri. Di dalam ketentuan dasar PNPM-Mandiri disebutkan bahwa lembaga lokal mempunyai kedudukan sebagai lembaga pengawas dalam pelaksanaan kegiatan PNPM-Mandiri. Selain itu, PNPM-Mandiri merupakan suatu program yang mensyaratkan pelibatan aktif masyarakat serta menekankan pada pola perencanaan dan pelaksanaan yang diarahkan oleh masyarakat. Ketiga, Faktor kepemimpinan tuha peuet yang memiliki kemampuan dalam mengkoordinasi para anggotanya dan pelaku kegiatan PNPM-Mandiri. Keempat, Faktor ekonomi yaitu umumnya masyarakat Gampong Kota Bahagia memiliki sumber mata pencaharian sebagai petani dengan pendapatan yang masih rendah. Oleh karena itu, dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya terkadang sebagian anggota Tuha Peuet lebih mendahulukan kegiatan lain yang dirasakan dapat memberikan manfaat langsung kepada mereka dalam waktu yang relatif lebih cepat daripada kegiatan PNPM-Mandiri. Hal ini merupakan salah satu faktor penghambat bagi keaktifan tuha peuet dalam mendukung pelaksanaan PNPM-Mandiri.

Tuha Peuet, besides as custom institute in gampong also occupies a real strategic role in goverment of gampong that is as place of accomodate and channels aspiration of public and observes the way goverment of gampong for the agenda of execution of development in gampong. For some the side of this local wisdoms still be looked into side eye. This thing is not simply expression which without reason if seeing phenomenon about existence of custom institute in development program till now, where custom institutes generally has not got space in development programs. Purpose of this research is to know how far the role of Tuha Peuet at PNPMMANDIRI and knows factors influencing the role of Tuha Peuet in PNPM-MANDIRI expected can become input to local government in enableness of custom institute and optimalisation the role of Tuha Peuet in realizing prosperity of public gampong.This research applies qualitative research method yielding descriptive data in the form of oral words and written observed from informans, data collecting technique by through in-depth interview, observation and documentation. From research result done lays open that Tuha Peuet has four the role of tuha peuet in execution of PNPM-MANDIRI in gampong Kota Bahagia, that is: firstly, The Role Of Mediasi. In doing this role, Tuha Peuet is one of institute which can assist facility solving of conflict happened either between publics and also between publics with other sides involving at execution PNPM-MANDIRI. Second, The Role Of Information. In implementing this role, Tuha Peuet haves a finger in the pie supply of information required in execution of PNPM-MANDIRI for example about potency gampong and information about execution of activity of PNPM-MANDIRI in Gampong Kota Bahagia. Third, The Role Of Representative. In implementing this role, Tuha Peuet haves a finger in the pie delegation team gampong bringing aspiration of public to a peg higher. Fourth, The Role Of Tuha Peuet as supervisor. In acting as supervisor, Tuha Peuet does observation/control at process in every execution step of activity of PNPM-MANDIRI. While factors influencing execution the role of tuha peuet is as follows: firstly, Legislation factor arranging about existence of tuha peuet. Existence of legislation arranging about existence of Tuha Peuet in arranging life of public gampong has given law umbrella to existence Tuha Peuet. This thing can give motivation to Tuha Peuet to stand is active in supporting execution of development program gampong. Second, Rule factor of base PNPM-MANDIRI. In rule of base PNPM-MANDIRI it is mentioned that local institute has position as supervisor institute in execution of activity of PNPM-MANDIRI. Besides, PNPM-MANDIRI is a program requiring active entangling of public and emphasizes at planning pattern and execution pointed by public. Third, Leadership factor of Tuha Peuet having ability in co-ordinating the member of its and activity perpetrators PNPM-MANDIRI. Fourth, Economic factor that is generally public Gampong Kota Bahagia has source of living as farmer with earnings which still low. Therefore, in the effort fulfilling requirement of the life is sometimes some of member of Tuha Peuet are more prioritizingly is other activity felt able to give direct benefit to them during quicker relative than activities PNPM-MANDIRI. This thing is one of resistor factor for livelines of tuha peuet in supporting execution PNPM-MANDIRI.

Kata Kunci : Tuha Peuet,PNPM,Mandiri,Peran,Gampong,Lembaga adat,Tuha Peuet,Role,Gampong,The Institute of Custom


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.