Perencanaan pengembangan sumber daya aparatur perencana :: Studi di Kantor Kementrian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional-Bappenas
MIRANDA, Rita, Prof. Dr. Sofian Effendi
2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikPembangunan Nasional merupakan suatu rangkaian upaya yang saling berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat dan Negara. Sedangkan sumber daya manusia merupakan aset utama dalam organisasi, baik sebagai perencana maupun pelaku aktif dari setiap aktivitas organisasi. Setiap organisasi akan berupaya membangun/mendayagunakan semua sumber organisasinya secara optimal dalam rangka mencapaian tujuannya. Sehubungan dengan hal tersebut, guna mengatasi salah satu kelemahan pada perencanaan pembangunan sumber daya aparatur perencana, dimana seorang perencana bertugas sebagai konsultan pembangunan, maka perencanaan ini diarahkan untuk menghasilkan tenaga terdidik dan profesional dalam bidang perencanaan pembangunan nasional. Sehubungan dengan itu, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:1) Mengidentifikasi dan mengetahui pengembangan sumber daya aparatur perencana di Bappenas? 2) Bagaimana strategi dan prosesnya dalam perencanaan pengembangan sumber daya aparatur perencana di Bappenas? 3) Faktor-faktor apakah yang mendukung dan menghambat perencanaan dan pengembangan sumber daya aparatur perencana di Bappenas?. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode diskriptif. Sumber data berasal dari informan, peristiwa dan dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga komponen yaitu reduksi data,display data dan mengambil kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan beberapa indikasi pokok dalam perencanaan pengembangan sumber daya aparatur perencana di Bappenas. Pertama perencanaan pengembangan sumber adaya aparatur perencana di Bappenas terkait erat dengan kondisi profesionalisme aparatur perencana, kemampuan perencana untuk melaksanakan perencanaan pembangunan serta pengembangan profesi dan karier bagi perencana. Alokasi dana bagi perencanaan pengembangan sumber daya aparatur perencana khususnya untuk dana pendidikan dan peningkatan sumber daya aparatur dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Alokasi dana ini diperuntukkan khusus bagi pendidikan dan pelatihan. Akan tetapi kegiatan atau program bagi pengembangan sumber daya aparatur masih bersifat rutinitas. Strategi dan prosesnya dalam pengembangan sumber daya aparatur perencana di Bappenas dilakukan melalui strategi yang berkaitan dengan masalah sistem terkait dengan penilaian kualitas dan prestasi kerja hanya dilakukan dengan DP-3 (daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan). Strategi yang berkaitan dengan sumber daya aparatur perencana dapat dilakukan dengan pendidikan dan latihan bagi perencana, serta membangun Quality Work of Life bagi aparatur yang dimaksudkan untuk memberikan konpensasi yang ditujukan pada peningkatan kerja, dan strategi yang berkaitan dengan masalah teknis, yaitu terkait dengan sarana dan prasarana. Proses perencanaan pengembangan sumber daya aparatur ditujukan untuk memperoleh kebutuhan aparatur perencana sekarang dan yang akan datang secara akurat sesuai dengan analisa beban kerja serta keahlian dan bidang tugasnya sebagai perencana. Faktor-faktor yang mendukung adalah adanya motivasi yang cukup tinggi, keberadaan peraturan-peraturan jabatan fungsional perencana. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat adalah ketidakjelasan hubungan kerja antara pejabat struktural dengan fungsional perencana dan mekanisme serta hubungan kerja antara pejabat struktural dengan pejabat fungsional, alokasi anggaran untuk pengembangan aparatur perencana masih dirasakan kurang dan belum adanya dukungan komitmen pimpinan puncak.
National development is continuous efforts that include the whole aspects of national and social life. While human resource refers to main asset of organization, either being as a planner or as an actor at each of organizational activities. Every organization will attempt to develop/empower all organizational resources optimally to achieve its the objective. Dealing with a weakness of planning officer of resource development planning, where a planner takes a duty of being as a development consultant, therefore planning should be directed to produce professionally educated workforce in national development planning field. Research problems in accordance to the target above, are formulated as following: (1) identify and to examine planning officer resource development at Bappenas? (2) How does strategy and process of planning officer resource development planning take place at Bappenas? (3) What factors which support and constraint planner officer resource development at Bappenas? Qualitative approach comes into consideration in research with descriptive method. Data are collected from informants, events, and documents through interview, observation and document overview Data analyzed using Miles and Huberman interactive model through three properties such as data reduction, data display, and conclusion remark and verification. Research findings indicate several main indications of planner officer resource development planning at Bappenas. First, planning officer of resource development planning at Bappenas closely relates to planner officer professionalism, planners capability to plan development and to develop their profession and career. Annual implement development plan budget allocation for planner officer resource development planning increasing. This funding allocation usually specializes into education and training. Activities or programs for officer resource development still remain routine. Strategies and process for planner officer resource development planning at Bappenas concern with those that relate to systemic matters such as quality assessment and work achievement in which only emphasize on DP-3 (working assessment list). Strategies related to planner officer resource evolve through education and training provided to planner, as well as through building Quality Work of Life for the officer meant to give a compensation for work improvement. Meanwhile, strategies related to technical matters involve structure and infrastructure. Planner officer resource development planning has been arranged to identify the demand of recent and future planner officer accurately based on work density analysis and on their skill as planner. The supporting factors include sufficient high motivation and the existence of regulations explaining planner functional rank. The constraining factors entail unclear working relationship between structural officers and planner functions, and obscure working mechanism or relationship between structural and functional officers. Other obstructions emerge from unreliable budget allocation to develop planner officer and lack of commitment from top leadership.
Kata Kunci : Perencanaan, Pengembangan, Sumber daya aparatur perencana.