Studi implementasi program pengembangan kecamatan :: Studi kasus pada Kecamatan Parigi Kabupaten Muna-Sulawesi Tenggara
ZAINAL, Andi Muh. Ilham, Prof. Dr. Yeremias T. Keban
2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikDalam rangka mencari jalan keluar menghadapi masalah kemiskinan sebagai salah satu persoalan utama dalam pembangunan daerah, maka pemerintah membuat kebijakan Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis secara lebih mendalam tentang kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Pengembangan Kecamatan (PPK) tersebut. Secara spesifik, penelitian ini mencoba untuk menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok, yaitu ; (1) bagaimana kinerja implementasi kebijakan Program Pengembangan Kecamatan (PPK), dan (2) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja implementasi kebijakan PPK (Program Pengembangan Kecamatan). Penelitian dilakukan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dan telaah kepustakaan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan secara umum, proses implementasi kebijakan telah dilaksanakan sesuai dengan policy guidelines. Sekalipun demikian, dari segi waktu, proses pelaksanaan program ini dapat dikatakan terlambat. Dilihat dari kinerjanya, implementasi kebijakan program PPK secara umum kurang optimal. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja implementasi kebijakan PPK ini, adalah : (1) kurang optimalnya koordinasi dalam pelaksanaan program, (2) kurang konstruktifnya sikap dan perilaku pelaksana program maupun kelompok sasaran, (4) komunikasi dalam proses pelaksanaan program kurang optimal; (4) organisasi pelaksana program yang sangat kompleks. Untuk meningkatkan kinerja implementasi kebijakan PPK diperlukan beberapa langkah, antara lain sosialisasi yang lebih intensif dengan metode yang bervariasi dan peningkatan koordinasi antar pelaksana program.
In order to looking for solution from the poverty problem as one of main problem in regional development, government formulated policy of District Development Program. The research to be done to more deep analysis about the process, performance and determinant of District Development Program. Specifically, this research tried to answer two main questions : (1) how was the performance of this program, and (2) what were the factors that influencing the performance of this program. Location of research in Parigi District of Muna Regency of South East Sulawesi Province. Research used descriptive method. Data collected by some techniques are depth interview and library analyze. Data analyzed use qualitative-descriptive method. The result of the research showed that commonly, the implementation process of District Development Program had been implemented according to the policy guidelines. Although, if be seen from the time insight, implementation process of District Development Program was late. The performance of implementation of District Development Program, commonly less optimal. Factors influencing the performance of District Development Program are : (1) low of coordination among policy agent, (2) less constructive of attitude and behavior of government apparatus as policy agent, (3) low of communication to policy agent and people as target group, and (4) organization for implementation more complex. To increase performance of policy implementation, the agent of the program have to make intensive socialization and with more variation method, and increase coordination among the agent of the program.
Kata Kunci : Implementasi kebijakan, Kinerja, Koordinasi,Komunikasi, Sikap dan perilaku, Organisasi pelaksana, policy implementation, performance, coordination, communication, attitude and behavior, organization.