Laporkan Masalah

Evaluasi kebijakan publik :: Studi kasus persepsi pegawai terhadap rasionalitas rencana strategis Bappeda Provinsi Maluku 2003-2008

TALA, Muhamad, Prof.Dr.Warsito utomo

2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Perencanaan merupakan suatu proses aktivitas yang berorientasi ke depan dengan memperkirakan berbagai hal agar aktivitas di masa depan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena orientasinya kemasa depan, perencanaan bersifat memperkirakan dan memprediksikan (meramalkan) berdasarkan pertimbanganpertimbangan rasional, logis dan dapat dilaksanakan. Perencanaan Pembangunan sangat penting karena perencanaan merupakan titik awal dari pelaksanaan pembangunan kerenanya jika perencanaan itu dilakukan dengan baik dan benar maka sebagian besar dari pelaksanaan pembangunan telah selesai tinggal bagian kecil yaitu implementasi. Rencana strategis (RENSTRA) Bappeda Provinsi Maluku periode 2003-2008 merupakan dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan, memuat berbagai putusan yang merupakan alternatif kebijakan, telah diproses lewat suatu analisis sehingga merupakan pilihan terbaik yang bersifat rasional dan logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas dokumen Rencana Straegis Bappeda Provinsi Maluku periode 2003-2008, dengan menggunakan metode kualitatif deskriftif. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dari jumlah pegawai Bappeda 70 orang dengan menggunakan teknik sampling yaitu; Cluster randum sampling terhadap empat bidang dan satu sekretariat dan Random sampling yang terdiri dari bidang Perencanaan Pembangunan I sebanyak 8 orang, bidang Perencanaan Pembangunan II sebanyak 9 orang, bidang Perencanaan Pembangunan III 9 orang dan bidang Perencanaan Daerah Bawahan 7 orang serta sekretariat 7 orang. dengan metode pengumpulan data menggunakan; kuesioner,obserpasi, wawancara dan Dokumentasi. Hasil analisis menunjukan bahwa 62,5.% atau 25 orang responden mengatak dokumen rencana strategis (RENSTRA) Bappeda Provinsi Maluku periode 2003-2008 memiliki rasionalitas teknis sedang, kemudian 62,5 % atau 25 orang responden mengatak dokumen rencana strategis (RENSTRA) Bappeda periode 2003-2008 memiliki rasionalitas ekonomis sedang, selanjuntnya 50.% atau 20 orang responden mengatak dokumen rencana strategis (RENSTRA) Bappeda periode 2003- 2008 memiliki rasionalitas legal. renda, serta 55 % atau 22 orang responden mengatak dokumen rencana strategis (RENSTRA) Bappeda periode 2003-2008 memiliki rasionalitas sosial rendah dan 47,5.% atau 19 orang responden mengatak dokumen rencana strategis Bappeda periode 2003-2008 memiliki rasionalitas subtantif sedang. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa Rencana Strategis Bappeda Provinsi Maluku periode 2003-2008 dalam proses dan perumusanya sekalipun belum mempertimbangkan ke lima dimensi rasionalitas tersebut namun dapat dikatakan sebagai sebuah produk kebijakan publik yang baik, karena hasil analisi ketiga dimensi rasionalitas berada pada katagori sedang dan dua dimensi berada pada katagori rendah

Planning is a future-oriented part of a process in that it estimates several factors in order that activities in the future will go as expected. In nature, planning is estimative and predictive on the basis of rational, logical, and practical considerations. Development plan is essential in a development since it is a starting point of development process. Once the planning is carried out correctly and properly could mean a large part of development process is completed, remaining only implementation part. The Strategic Plan (RENSTRA) of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body (Bappeda) is a five-yearly development plan document consisting of several decisions. The Strategic Plan was the alternatives of policies, processed through an analysis and, consequently, was the best rationallogical option. The research aims at finding the degree of rationality of the Strategic Plan of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body using a qualitativedescriptive method. 40 out of 70 individuals working in Bappeda were taken as sample using sampling technique. In detail, cluster random sampling was used on four fields and one secretariat and random sampling on 8 individuals in the First Development Plan sector, 9 individuals in the Second Development Plan sector, 9 individuals in the Third Development Plan sector, 7 individuals in the Subordinate Regional Plan sector, and 7 individuals in the secretariat. The data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentations. Result show that: 62.5% or 25 respondents said that the document of Strategic Plan of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body had medium degree of technical rationality; 62.5% or 25 respondents said that the document of the Strategic Plan of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body had medium degree of economic rationality; 50% or 20 respondents said that the document of the Strategic Plan of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body had low degree of legal rationality; 55% or 22 respondents said that the document of the Strategic Plan of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body had low degree of social rationality; and 47.5% or 19 respondents said that the document of the Strategic Plan of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body had medium degree of substantive rationality. From the study it is concluded that the Strategic Plan of 2003-2008 Maluku Provincial Development Planning Body did not in its conception and formulation consider all five dimensions of rationality. However, it is claimed as a good product of public policy, considering three dimensions of rationality belong to medium category and two dimensions belong to low category.

Kata Kunci : rencana, rasional, logis, Plan, Rational, Logical.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.