Hambatan afektif dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada penutur asing
WIBOWO,Yulius Drani Danu, Dr.Amitya Kumara, M.S
2008 | Tesis | S2 Magister Sais PsikologiPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggali hambatan-hambatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua yang dialami oleh penutur asing yang berusia antara 28 tahun hingga 65 tahun secara individual. Enam responden yang diwawancarai secara mendalam dengan mengunakan pertanyaan terbuka dan diskusi memaparkan hambatan-hambatan afektif yang dialami dan bagaimana responden mengatasi hambatan-hambatan afektif selama pembelajaran sehingga responden memperoleh kemahiran berbahasa Indonesia dari tingkat pemula hingga tingkat lanjut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri mengenai periode usia dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan kemampuan inteligensi yang dimiliki responden menjadi salah satu hambatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Berlandaskan keyakinan diri tersebut, meluas pada motivasi belajar bahasa Indonesia, kecemasan berbicara bahasa Indonesia dan percaya diri sehingga menjadi hambatan dalam pemerolehan kemahiran berbahasa Indonesia selanjutnya. Faktor eksternal yang terdiri dari pengajar, penutur asli berpengaruh pada pembelajaran bahasa Indonesia baik secara formal maupun informal.
This qualitative study explores the types of barriers that hinder or prevent adult learners between the ages of 28 and 65 from successfully learning bahasa Indonesia as a second language. Six respondents with proficiency levels ranging from beginning to advanced, underwent interviews with the researcher using open-ended questions and discussions to determine the affective aspects of teaching and learning bahasa Indonesia as a second language that led to them experiencing problems. The results challenge the general perception that age and slower learning abilities are dominant aspects in reducing an individual’s capacity to acquire bahasa Indonesia as a second language. In this study self efficacy, defined as the root of motivation, anxiety and self confidence, was indirectly influential in adults’ attempts to acquire bahasa Indonesia as a second language. The students who were not motivated, or who showed anxiety and lacked self confidence did not acquire a level of proficiency. External aspects of the respondents’ environment, teachers, friends and native speakers also contributed to the learners’ acquisition, or lack, of proficiency.
Kata Kunci : Motivasi,Kecemasan,dan efikasi diri, motivation, anxiety and self efficacy