Kemampuan empati anak sekolah dasar pada sekolah alam dan sekolah reguler
SETYAWAN, Imam, Dr. Wisjnu Martani S.U
2008 | Tesis | S2 Magister PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kemampuan empati pada anak sekolah dasar pada sekolah alam dan sekolah reguler. Perbandingan pembelajaran eksperiensial-humanistik di sekolah alam dan pembelajaran konvensional pada sekolah reguler menjadi dasar untuk melihat perbedaan tersebut. Subjek penelitian adalah 552 siswa sekolah alam dan sekolah reguler kelas IV – VI sekolah dasar, yang berusia 9 – 12 tahun, dan tidak termasuk dalam kategori berkebutuhan khusus. Keseluruhan subjek yang ada terdiri dari 292 anak laki-laki dan 260 anak perempuan. Subjek dari sekolah reguler berasal dari SD Negeri I Ngesrep Semarang dan SD Islam Terpadu Hidayatullah Semarang. Subjek dari sekolah alam berasal dari Sekolah Dasar Ar Ridho Semarang dan Sekolah Dasar Kanisius Mangunan Yogyakarta. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan Skala Kemampuan Empati, sedangkan analisis data dilakukan dengan Uji t. Hasil uji statistik menghasilkan nilai t sebesar 0,109 dengan p = 0,913 (p > 0,050). Hasil tersebut memperlihatkan, tidak ada perbedaan kemampuan empati antara anak sekolah alam dan anak sekolah reguler. Analisis tambahan untuk menguji perbedaan kemampuan empati secara umum pada anak laki- laki dan anak perempuan memperlihatkan nilai t sebesar 2,270 dan p = 0,024 (p < 0,050). Artinya, ada perbedaan kemampuan empati antara anak laki-laki dan anak perempuan. Anak perempuan menunjukkan kemampuan empati yang lebih tinggi daripada anak laki- laki. Uji t pada kemampuan empati antara anak laki-laki dan anak perempuan di sekolah alam, menunjukkan nilai t sebesar 0,509 dan p = 0,612 (p > 0,050). Artinya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan empati anak lakilaki dan perempuan di sekolah alam. Berbeda dengan sekolah alam, di sekolah reguler kemampuan empati pada subjek di kedua jenis kelamin menunjukkan perbedaan yang signifikan. Perbedaan tersebut terlihat dari hasil uji beda yang menunjukkan nilai t sebesar 2,242 dengan p = 0,025 (p < 0,050). Anak perempuan di sekolah reguler menunjukkan kemampuan empati yang lebih tinggi daripada anak laki- laki.
The purpose of this research was to examine the differences in empathy ability of elementary students from nature schools (Sekolah Alam) and regular schools. Comparing experiential-humanistic learning in nature school and conventional learning in regular school was the basic assumption underlining the objective of this study. Data of empathy was collected using Empathy Ability Scale from 552 students (of regular schools and nature schools), 4th and 5th grade, ages 9-12 years, and having no special needs. The subjects of this study were consist of 292 boys and 260 girls. The regular schools were represented by SDN I Ngesrep Semarang and SD Islam Terpadu Hidayatullah Semarang, while SD Alam Ar Ridho Semarang and SD Kanisius Mangunan Yogyakarta represented the nature schools. T-test was chosen for data analysis method. The statistical result showed that there was no differences in empathy ability between students of nature schools and regular schools (t=0.109, p=0.913; p>0.05). Further analysis using t-test revealed the differences in empathy ability between boys and girls students (t=2.270, p=0.024; p< 0.05) which showed that girls had higher empathy ability than boys. The result of statistical analysis also showed that there was no gender differences in empathy ability in nature school students (t=0.509 p=0.612; p>0.05) while different result was found in regular school. Gender differences in empathy ability was found significantly in regular school students (t=2.242, p=0.025; p<0,05) that girls had higher empathy ability than boys.
Kata Kunci : Kemampuan Empati,Bentuk Sekolah,Pembelajaran Eksperiensialhumanistik,Pembelajaran Konvensional, empathy ability, form of school, experiential- humanistic learning, conventional learning