Laporkan Masalah

Pemaknaan kontrak psikologis tenaga outsourcing bagian informasi dan teknologi :: Suatu studi fenomena

PURWATY, Try Vivit, Fathul Himan M.Psi., M.A., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk mengetahui makna kontrak psikologis tenaga outsourcing bagian IT. Penelitian ini berusaha untuk memahami kontrak psikologis dari sudut pandang para karyawan sebagai individu dengan berbagai variabel yang melekat dalam dirinya. Kontrak psikologis terbangun dari rasa yakin akan terwujudnya keinginan dan harapan dari satu orang atau pihak kepada orang atau pihak lain. Keyakinan akan harapan yang terwujud mendorong individu untuk menerima segala konsekuensi yang ada. Penelitian ini menggunakan wawancara yang mendalam untuk mengumpulkan data dari 5 responden. Pengumpulan responden dengan menggunakan teknik “snow-ball” dan pemilihan responden dengan cara purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisa melalui proses open coding, axial, coding dan selective coding. Validitas hasil penelitian dengan menggunakan member check dan external audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu tetap bekerja sebagai tenaga outsourcing karena mereka menyadari manfaat positif dengan pengalaman yang akan mereka dapatkan di perusahaan user. Di satu sisi, mereka dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan namun di sisi lain mereka juga merasakan pekerjaan ini telah memberikan sesuatu yang menguntungkan di masa depan. Individu menyadari beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan mereka sebagai tenaga outsourcing yaitu faktor situasi dan harapan individu yang selanjutnya menjadi penilaian dalam membentuk pemaknaan kontrak psikologis. Pemahaman terhadap dunia kerja di bagian IT yang ada saat ini membuat mereka menyadari akan pentingnya pengalaman. Kebijakan perusahaan merupakan pendorong bagi mereka untuk mendapatkan status kerjanya saat ini. Penggalian potensi diri menjadi pengertian dalam pemaknaan kontrak psikologis mereka selama bekerja di perusahaan user.

This qualitative research which based on phenomenological approach is aimed to recognize the meaning of psychological contract for information and technological outsourcers. This research attempted to understand employee‟s point a view on psychological contract with their attributes. Psychological contract build from trustworthy between two parties in the way to create need and hope. This trustworthy support individu to take all the consequences. This research uses in-depth interview for collecting data. There are five respondents involed. Snowball technique is the tool for respondent gathering and theoritical sampling is the tool for selecting respondent. Analysis process and data interpretative include: open coding, axial coding and selective coding. Member check and external audits are use to asses the result validity. The result show that individual still exist on the job as an outsourcer because they fell the positive side from company which hire them. In one side, they deal with difficult situation but in the other side they feel that their job will give a bright future. Several factors influences them as outsourcer: the situational factor and the hope factor, whereas both factors create the meaning of psychological contract. Company policy are the other factor in the way to get their job. The understanding of this job make them realize that they need lot of experience. Individual potency exploration has become a main aspect for the meaning of psychological contract when the company hire them.

Kata Kunci : Outsourcing,Kontrak psikologi,IT,Penggalian potensi diri, outsourcing, psychological contract, IT, individual potential exploration


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.