Laporkan Masalah

Pengukuran kinerja dengan pendekatan balanced scorecard pada lembaga penjaminan mutu pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara

YULIA, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc. Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Akuntansi

Salah satu Unit Pelaksana Teknis penyelenggeraan peningkatan kompetensi guru di bawah pengelolaan langsung Departemen Pendidikan Nasional adalah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan provinsi Sulawesi Tenggara. Guru – guru maupun pihak lain bisa diberikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi di UPT tersebut. Setiap bentuk kesempatan disertai dengan sejumlah pengeluaran dana untuk penyelenggeraan pendidikan dan pelatihan. Disamping kualitas pendidikan dan pelatihan, serta kenikmatan lain yang diterima peserta pendidikan dan pelatihan akan sangat mempengaruhi persepsi peserta guru Diklat terhadap kinerja LPMP provinsi Sulawesi Tenggara, demikian pula pegawai LPMP provinsi Sultra terhadap fasilitas, kompetensi SDM, penggunaan Teknologi Informasi, lingkungan kerja, bagi pegawai apakah hal itu sudah baik. Serta bagi pejabat yang mendapat dana untuk penyelenggeraan kegiatan, apakah penggunan dana sudah ekonomis, efektif, efisien. Berdasarkan hal tersebut maka bagaimana sistem pengukuran kinerja pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan provinsi Sulawesi Tenggara dengan Pendekatan Balanced Scorecard . Balanced Scorecard dapat mengatasi kelemahan pengukuran kinerja yang menitikberatkan pada kinerja keuangan dengan melakukan pengukuran kinerja manajemen secara komprehensif dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini untuk mengevaluasi sistem pengukuran kinerja manajemen pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi Sulawesi Tenggara diukur dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Penelitian ini mengembangkan penelitian pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard pada Maksi UGM oleh Julian Maradina(2007) dengan menambahkan perspektif keuangan dan analisa tambahan pada Laporan Realisasi Anggaran. Sampel penelitian ini adalah guru peserta pelatihan, staf, widyaiswara dan pejabat LPMP provinsi Sulawesi Tenggara. Data dikumpulkan dikumpulkan sebanyak 221 responden, sedangkan analisisnya statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 15.0 Hasil analisis data dari perspektif pelanggan rata-rata 3,865(skala Likert) dimana nilai 3 adalah cukup baik, perspektif proses internal rata-rata 3,866 adalah cukup baik, perspektif keuangan rata-rata 3,575 juga cukup baik dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan rata-rata 3,098 adalah cukup baik. Pada analisa selisih anggaran sebesar Rp. 3.847.609.976 merupakan underspending yang berarti kinerja keuangan satuan kerja LPMP provinsi Sulawesi Tenggara adalah baik dengan asumsi semua program/kegiatan terealisai/terlaksana. Melihat pada capaian kinerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara yang masih kurang, serta menghadapi adanya pesaing dari lembaga setara atau memiliki karakteristik yang sama seperti Badan Diklat provinsi dan kabupaten/kota, adanya tuntutan untuk memenuhi perubahan kebutuhan dalam sistem pendidikan yang bermutu dan berkesinambungan maka sebaiknya LPMP Sulawesi Tenggara mengembangkan visi, misi dan strategi yang dapat menjawab tantangan dengan mengembangkan sistem manajemen strategik berbasis Balanced Scorecard yang mengkomunikasikan strategi melalui sekelompok ukuran keuangan dan nonkeuangan yang terpadu.

Of one the units of Technical Committee for improving teachers quality. In National Educational Departement branch is LPMP Southeast Sulawesi province. Teachers and others can be given opportunity to improve their competence in this institution. Every opportunity form needs a number of fund for the management of education and training. Participants also get other services which is very influence to their perception toward staff performance of LPMP Southeast Sulawesi. Performance here include facilities, staff competence, the use of information and technology, workplace environment. Are these suitable for staff need? If the use of fund for every activity effective, economic, and effisien? Based on the question above, what is the system of management performance assessment in LPMP Southeast Sulawesi if use Balanced Scorecard approach. Balanced Scorecard can overcome the weakness of measurement of finance performance by doing measurement of performance management comprehensively in four perspective those are finance, customer, internal business process and to learning and growth. This research is conducted to evaluate of performance assessment management in LPMP Southeast Sulawesi by using BSC approach. This research develop the study of performance assessment by using BSC by Julian Maradina by enhance additional analysis, finance perspective budget realization report. The sample of this research is teacher, staff, trainer, and functionary of LPMP Southeast Sulawesi. Data collection is 221 respondents while descriptive statistical analysis constructively by SPSS 15.0 vertion. Result data analysis in customer perspective is about 3,865 where 3(Likert Scale) value is good enough. Internal process perspective is about 3,866 where 3 value is good enough. Finance perspective is about 3,575 where 3 value means good enough. Learning and growth is about 3,098 where 3 value means good enough. Budget diffence analysis is Rp 3.847.609.976. represents underspending, means finance performance of a set of job committee is good with the assumption of all program realized. The staff performance of LPMP Southeast Sulawesi Is still less, and also face the existence from other institutions with the same function of LPMP. LPMP should develop vision, mission and strategy, that can reply the challenge future by using BSC which communicate strategy a group of finance measurement and nonfinance one.

Kata Kunci : Pengukuran kinerja, Balanced Scorecard, Performance measurement.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.