Kinerja pengelolaan pajak daerah melalui proses intensifikasi di Kabupaten Sleman pada tahun 2004
REKYANI, Safirta Harya, Dr. John Suprihanto, MIM
2008 | Tesis | S2 Magister AkuntansiKinerja pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Sleman terus mengalami peningkatan. Dalam periode tahun 2003 – 2007, kinerja pengelolaan pajak daerah mengalami pertumbuhan rata-rata 20,37 % per tahun dan pertumbuhan tertinggi dicapai pada tahun 2004 yaitu sebesar 41,40 %. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kegiatan apakah yang telah dilaksanakan oleh Kabupaten Sleman dalam rangka pengelolaan pajak daerah pada tahun 2004 dan menganalisis bagaimana kegiatan tersebut dilaksanakan sehingga dapat meningkatkan kinerja pengelolaan pajak daerah sebesar 41,40 %. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada pejabat Kepala BPKKD pada periode bersangkutan, Kepala Bidang Pendapatan, Kepala-kepala Sub Bidang di Bidang Pendapatan BPKKD, serta pihak-pihak yang terkait dengan kinerja pengelolaan pajak daerah. Data sekunder diperoleh dari dokumendokumen yang ada di BPKKD dan literatur-literatur lain yang berkaitan dengan kinerja pengelolaan pajak daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan pajak daerah pada tahun 2004 yang mengalami peningkatan sebesar 41,40 %, dapat dicapai melalui proses intensifikasi pajak daerah. Proses intensifikasi pajak daerah tersebut dilaksanakan dalam berbagai kegiatan yaitu : kegiatan pendaftaran calon wajib pajak daerah dan pendataan wajib pajak daerah, kegiatan penetapan pajak daerah, kegiatan pemeriksaan dan pemantauan wajib pajak daerah, kegiatan penagihan pajak daerah, kegiatan pengkajian reklame, kegiatan pembinaan wajib pajak serta kegiatan bantuan cetak rekening listrik. Peningkatan pajak daerah paling tinggi terjadi pada penerimaan pajak parkir yang meningkat sebesar 117,95 % dan pajak reklame yang meningkat sebesar 117,50 %. Peningkatan penerimaan pajak parkir terutama disebabkan adanya kegiatan intensifikasi berupa pemantauan terhadap wajib pajak parkir Bandara Adisucipto. Peningkatan penerimaan pajak reklame terutama disebabkan adanya kegiatan intensifikasi berupa pembentukan Tim Pengkajian Reklame.
There is a progress in the performance of regional tax management in Sleman Regency. In period 2003 – 2007, performance of regional tax management grows approximately by 20,37% per year and the highest growth is in 2004 by 41,40%. The aim of the research is to know the activities done by Sleman Regional in managing regional tax in 2004 and to analyze how the activities are done to reach by 41,40%. Data used are primary and secondary data. The primary data are gotten by interviewing the head of BPKKD in that period, Kepala Bidang Pendapatan (Head of Source Department), kepala-kepala sub bidang (Heads of Sub-Departments) in Bidang Pendapatan (Source Department) BPKKD, and other departments that have relation with performance of regional tax management. Secondary data are taken from documents in BPKKD and references that have relation with performance of regional tax management. The result of the research shows that the performance of regional tax management in 2004 raised up to 41,40% by regional tax intensification process. That regional intensification process was done in some activities such as registering the candidates of regional taxpayer and updating regional taxpayer , the activity of determining regional tax, activity of checking and observing regional taxpayer, activity of charging regional tax, activity of advertising study, activity of taxpayer training and activity printing electricity bill. The highest regional tax raise is the receipt of parking tax by 117,95% and advertising tax which raise by 117,50%. The raise of the receipt of parking tax is caused by the activity of observing the Adisucipto Airport parking taxpayer. The raise of advertising tax receipt is primarily caused by activity of intensification in founding advertising study team.
Kata Kunci : Kinerja,Pajak daerah,Intensifikasi, performance, regional tax, intensification