Laporkan Masalah

Analisis pengelolaan kas daerah melalui pemberdayaan idle cash untuk meningkatkan PAD di Kabupaten Wonogiri

SOEDIRA, Dian Natalia Basuki, Dr. John Suprihanto, MIM

2008 | Tesis | S2 Magister Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses BPKD Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri memulai pemberdayaan idle cash sampai dengan saat ini masih tetap berlangsung melaksanakannya, hal ini merupakan manajemen kas. Sehingga melalui pendapatan bunga jasa giro/ deposito dapat meningkatkan PAD Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri. Dan mencari alternatif bagaimana mengoptimalkan pemberdayaan idle cash melalui portofolio berdasarkan tingkat suku bunga pada Bank Jateng, BNI, Bank BKK, Bank Mandiri, BPR Giri Sukadana, Bank Bukopin dan BTN dan kebijakkan BPKD yang berlaku. Dilakukan analisis kualitatif yaitu dengan menggunakan dua jenis data yaitu data primer berupa wawancara diperoleh beberapa temuan dan penjelasannya. Dan analisis data sekunder sehingga diketahui pada periode penelitian yaitu tahun 2006 dan 2007 potensi idle cash di tahun 2006 diperoleh sebesar Rp. 123.100.000.000,- yang menghasilkan pendapatan bunga jasa giro/ deposito/ DOC sebesar Rp.11.355.773.168,-dan ditahun 2007 diperoleh sebesar Rp. 198.800.000.000,- yang menghasilkan pendapatan bunga jasa giro/ deposito/ DOC sebesar Rp. 11.473.798.506,- Kemudian analisis kuantitatif untuk mengetahui potensi idle cash yang optimal dengan menggunakan saldo kas minimal sebesar 10% dari besarnya jumlah pengeluaran. Dihasilkan jumlah idle cash tahun 2006 sebesar Rp. 509.028.377.560,- dan ditahun 2007 sebesar Rp. 575.173.505.000,- yang kemudian dilakukan portofolio deposito pada bank tersebut di atas. Ditahun 2006 diperoleh pendapatan bunga jasa deposito sebesar Rp. 41.663.507.032,- dan ditahun 2007 diperoleh pendapatan bunga jasa deposito sebesar Rp. 29.965.794.541,-. Perbandingan antara analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dimanfaatkan sebagai alternatif dan saran untuk mengoptimalkan jumlah potensi idle cash dan jumlah pendapatan bunga jasa giro/ deposito di BPKD Pemerintahan Daerah Kabupaten Wonogiri

The purpose of this research is to see the Departemen of Local Financial Management (BPKD) process of Wonogiri Regency Local Government empowering idle cash as cash management. Therefore idle cash as cash management. Therefore, clearing account merit interest/ deposit is expected to enhance the Local Government of Wonogiri Regency Local Original Income (PAD). Besides, it finds alternative to maximize idle cash empowering through portofolio based on interest rate of Bank Jateng, BNI, BKK Bank, Mandiri Bank, BPR Giri Sukadana, Bank , Bukopin Bank, BTN and the valid policy of BPKD. The Qualitative analysis uses two kinds of data, primer and secondary data. The primer data is taken from interview with its explanation, while the secondary data is taken from idle cash potential in 2006 and 2007. In 2006, it’s Rp. 123.100.000.000,- producing Rp. 11.355.773.168,- as clearing account merit interest/ deposit/ DOC income. And in 2007, it’s Rp. 198.800.000.000,- producing Rp. 11.473.798.506,- as clearing account merit interest/ deposit/ DOC income. Next, the quantitative analysis is to see the optimum idle cash potential using 10% of minimum cash balance from expenditure. In 2006, the idle cash is Rp. 509.028.377.560,- and in 2007, it’s Rp. 575.173.505.000,-, which is then carried out deposit portfolio in the above banks. In 2006, the deposit merit interest income is Rp. 41.663.507.032,- and Rp. 29.965.794.541,- in 2007. The comparison between qualitative and quantitative analysis is taken as alternative and suggestion to maximize the number of idle cash potential and the number of clearing account merit interest/ deposit income in BPKD of Wonogiri Regency Local Governmnet.

Kata Kunci : Manajemen kas,Idle cash,Deposito,PAD, cash management, idle cash, deposit and PAD.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.