Laporkan Masalah

Penyelesaian sengketa antara franchisor dengan franchisee sebagai akibat adanya keterlambatan pembayaran fee kepada franchisor

UTOMO, Hadi, Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.S

2008 | Tesis | S2 Magister Hukum

Tesis ini meneliti tentang Penyelesaian Sengketa Antara Franchisor Dengan Franchisee Sebagai Akibat Adanya Keterlambatan Pembayaran Fee Kepada Franchisor. Ada dua masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu perlindungan hukum pada franchisor dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran fee dan penyelesaian jika terjadi sengketa antara para pihak dalam pelaksanaan franchise. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan penelitian empiris. Penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian dengan menerangkan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dihubungkan dengan kenyataan yang ada di lapangan, kemudian dianalisis dengan membandingkan antara tuntutan nilai-nilai ideal yang ada dalam peraturan perundang-undangan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dalam mengumpulkan data digunakan wawancara. Wawancara adalah tanya jawab secara langsung dengan responden dan narasumber. Wawancara yang dilakukan ada dua macam, yaitu wawancara berstruktur dan wawancara tidak berstruktur atau menggunakan kombinasi keduanya. Wawancara berstruktur adalah wawancara dengan pertanyaan yang diajukan berasal dari pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih dahulu, sedangkan wawancara tidak berstruktur adalah pertanyaan yang timbul secara spontan pada saat wawancara dilakukan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum bagi pemberi waralaba dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran fee oleh penerima waralaba pada perjanjian waralaba di Lembaga Pendidikan Primagama di Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan dengan pemberian sanksi penutupan outlet Primagama penerima waralaba yang melakukan wanprestasi dan jika terjadi sengketa maka diselesaikan melalui jalur alternatif penyelesaian sengketa dengan cara negosiasi sesuai dengan Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Selain itu perlindungan hukum juga diberikan dengan adanya hak pemberi waralaba untuk menuntut ganti rugi kepada penerima waralaba yang melakukan wanprestasi terlambat membayar fee atas kerugian yang nyata-nyata diderita dan keuntungan yang seharusnya diperoleh tanpa perlu dibuktikannya sesuatu kerugian oleh pemberi waralaba.

The thesis researched about Dispute Resolution between Franchisor and Franchisee as Result from the late of fee payment to Franchisor. There are two problems here, first, law protection to franchisor from the late of fee payment, second, the settlement of disputing in the case late of fee payment. The researches were judicial normative research and empirical research. The judicial normative research was the research that explained the rules in existing law, related with the fact in field, then analized by comparing between ideal values in law regulation and the fact in the field. The method of collecting data was through interview. Interview was a direct questions and answers with the respondents. There were two kinds of interview, structurally interviewed and unstructurally interviewed, or the combination of the two. Structurally interviewed was the interview based on prepared questions beforehand. While the unstructurally interviewed was the spontaneous questions at the time of interview conducted. Based on the data analysis can be concluded that law protection to franchisee from the late of fee payment is by using the closing of Primagama outlet, or negotiating by using Act Number 30 Year 1999 about Arbitrase and Settlement Disputing Alternative (Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa). Besides, the law protection also can be replacement fee as big as the franchisor loss.

Kata Kunci : Penyelesaian sengketa,Keterlambatan fee, Dispute Resolution, Late of Fee Payment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.