Laporkan Masalah

Perjanjian kredit dengan jaminan penyerahan hak kepemilikan secara kepercayaan terhadap barang di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sragen

YANNENDRO, Anggi, Prof. Dr. Nindyo Pramono, S.H., M.S

2008 | Tesis | S2 Magister Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan dan upaya melindungi kepentingan PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sragen dalam memberikan perjanjian kredit Kupedes K-3 dengan jaminan penyerahan hak kepemilikan secara kepercayaan terhadap barang. Selain itu juga untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya wanprestasi serta kendala yang dihadapi dalam mengeksekusi jaminan kreditnya. Metode dalam penelitian ini adalah metode adalah metode yuridis empiris yang didukung dengan penelitian hukum normatif. Dengan demikian studi yang dilakukan adalah meliputi studi lapangan dan studi pustaka. Penulis mengambil kesimpulan bahwa kebijakan BRI Unit dalam menyalurkan Kupedes K-3 telah sesuai dengan segmen dan tujuan kredit UMKM. Pertimbangan-pertimbangan seperti proses yang cepat, syarat yang mudah dan biaya ringan menjadi acuan dalam penyaluran Kupedes K-3. Penyaluran Kupedes K-3 ini secara langsung ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat golongan ekonomi lemah dan pengusaha kecil serta secara tidak langsung sebagai sarana ekspansi kredit yang lebih besar. Upaya melindungi kepentingan BRI melalui pembinaan dan pengawasan kredit baik administratif maupun lapangan tidak dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan dari Pejabat Kredit Lini. Upaya melindungi kepentingan BRI hanya berupa penghapusbukuan pinjaman saja. Upaya lain melalui eksekusi jaminan juga tidak dapat dilaksanakan karena lemahnya pengikatan jaminan dan adanya kendala timbulnya citra tidak baik, waktu serta biaya eksekusi. Bahwa setiap kredit mengandung resiko. Resiko tersebut terjadi karena wanprestasi. Faktor terjadinya wanprestasi ada 2 yaitu dari segi intern bank dan segi ekstern bank. Faktor dari segi intern bank meliputi kurangnya keakuratan dan konsekwensi analisa kredit; serta kurangnya pembinaan dan pengawasan kredit. Sedangkan faktor dari segi ekstern antara lain penyalahgunaan kredit, kurangnya wawasan dan sumber daya manusia dalam mengelola kredit, bidang usaha yang tidak sesuai dengan kredit serta kurangnya tukar informasi antara debitur macet dengan bank.

This research intended to know the policy and efforts to protect the interest of PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sragen Branch Office in giving Kupedes K-3 credit agreement by collateral of reliable ownership yielding toward the items. In addition, it intended to know causing factors of incident of misconduct and also the barriers faced in executing its credit collateral. Method in this research was empirical juridical method supported by normative legal research. Thus, the completed study included field study and literary study. The author drew conclusion that the policy of BRI Unit in canalizing Kupedes K-3 has been appropriate with the segment and credit purpose of UMKM. The considerations such as faster, easy conditions and low cost becomes the reference in canalizing Kupedes K-3. The canalizing of Kupedes K-3 directly participate in increasing the life degree of weak economy society and small employers and also indirectly as medium to expand the more credit. The efforts to protect the interest of BRI through counseling and supervising of credit, either administrative of in field, it couldn’t be conducted as well and continuously. It is caused by the existence of restrictiveness of the Line Credit Officials. The effort to protect the interest of BRI is only take the shape of eliminating the loan records. Other efforts are conducted through the execution of collateral couldn’t be conducted by the lack of collateral bond and the barriers of emerging bad image, time and also execution cost. Every credit contains risk. The risk is caused by misconduct. The factors causing misconduct are two, i.e. from bank’s internal and external perspective. Factor of bank’s internal perspective includes the lack of accuracy and consequences of credit analysis, and also the lack of credit counseling and supervision. Meanwhile factors of external perspective are credit misusing, the lack of comprehension and human resources in credit management, inappropriate business field to credit, and also the lack of information exchange between stagnant debtor and bank.

Kata Kunci : Kredit,Wanprestasi,Jaminan, credit, misconduct, collateral


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.