Deteksi antibodi imunoglobulin M dan imunoglobulin G dalam saliva penderita demam berdarah dengue (DBD)
NURHAYATI, Etiek, Drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran TropisDiagnosis laboratorium infeksi dengue ditegakkan melalui 2 metode dasar, yaitu deteksi virus (kultur), atau deteksi antibodi antidengue (serologi). Uji serologi dengan imunokromatografi (ICT) dengue rapid tes (PanBio) merupakan salah satu alternatif untuk diagnosis DBD. Saliva adalah cairan tubuh sumber antibodi untuk pemeriksaan serologi. Antibodi antidengue IgM, IgG, IgA saliva terdeteksi dengan uji serologi metode ELISA. Tujuan penelitian untuk menentukan adanya antibodi antidengue IgM dan IgG dalam saliva penderita sebagai uji diagnostik penyakit DBD, dengan baku emas adanya antibodi antidengue IgM dan IgG dalam darah penderita DBD melalui uji imunokromatografi (ICT) dengue. Rancangan penelitian uji diagnostik (cross sectional study). Subyek penelitian adalah kasus yang terdiagnosis DBD menurut kriteria WHO, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian, dan dirawat di Bagian Anak RS. Bhayangkara, RS.Dr.Sudarso dan RS.Santo Antonius di kota Pontianak Kalbar, pada bulan Mei- Oktober 2008. Sampel darah dan saliva diambil satu kali pada saat penderita masuk rumah sakit, kemudian dilakukan pemeriksaan antibodi antidengue IgM dan IgG dengan ICT dengue rapid test (PanBio) di laboratorium. Pada periode penelitian terdapat 50 kasus DBD yang menuhi kriteria penelitian. Pada 50 penderita DBD yang diteliti dengan ICT dengue rapid test, terdapat antibodi IgG antidengue pada 18 (36%) darah penderita dan 10 (20%) saliva penderita. Antibodi IgM antidengue ditemukan dalam 5 (10%) darah dan 1 (2%) saliva penderita DBD yang diteliti. Deteksi antibodi IgM antidengue saliva dengan ICT dengue rapid test memiliki sensitivitas 20% dan spesifitas 100%, sedangkan pada IgG antidengue saliva terdapat sensitivitas 55,5% dan spesifitas 100%. Metode imunokromatografi memiliki spesifitas tinggi untuk deteksi antibodi antidengue dalam saliva, namun sensitivitasnya rendah.
Laboratory diagnosis of dengue infection is confirmed on the based viral isolation (cultur) and detection of viral antibodies (serologic test). The Immuno chromatographic test using ICT dengue rapid test (PanBio) is one of the alternative choice. The body fluid saliva is containing antibodies that suitable for serologic test. The antidengue antibodies IgM, IgG, IgA are detecable in saliva by ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) test. The aimed of the study was to detect antidengue antibody IgM and IgG in saliva body fluid using immunochromatographic (ICT) dengue rapid test (PanBio). Detection of antidengue antibody in the blood serum samples by the same method test, were used as a gold standard. This study was a diagnostic test (cross sectional study). The subject were DHF suspects (according to WHO criterias), whom matched for inclution and exclution criterias, at hospital care of Dr. Sudarso’s General Hospital, Santo Antonius’s Hospital, Bhayangkara’s Hospital in Pontinak West Kalimantan. The blood and salivary samples were single collection, in the first day hospital admission. Those samples were sent to laboratory for antidengue antibody detection using ICT dengue rapid test (Panbio). There were 50 cases of DHF that macthed to the study criterias during the study. The IgG antidengue antibody was found in 18 (36%) serum and 10 (20%) salivary samples based on the ICT dengue test. The IgM antidengue was detecable in 5 (10%) serum dan 1 (2%) salivary samples. The ICT detection of IgM antidengue in saliva samples were 20% sensitivity and specifity 100%, respectively where as the IgG antidengue were sensitivity 55,5% dan specifity 100%. The immunochromatographic tests is less sensitive, but specific for detecting the antidengue antibodies in saliva fluid.
Kata Kunci : Antibodi antidengue,Saliva,IgM antidengue,IgG antidengue,ICT dengue rapid test,