Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan kebijakan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung terhadap perusahaan di Kabupaten Temanggung

WALUYO, Sri, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi perhatian yang sangat penting dewasa ini. Keberhasilan organisasi atau perusahaan dalam menerapkan SMK3 dapat menurunkan tingginya angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui SMK3 dilakukan pada 3 (tiga) komponen penting dalam industri yaitu manajemen, tenaga kerja dan lingkungan kerja. Dalam penerapan SMK3 terdapat 4 (empat) pilar yaitu administrasi dan organisasi, pendidikan dan petatihan, peraturan dan prosedur serta pengontrolan potensi bahaya kerja. Pelaksanaan SMK3 yang dilakukan melalui kebijakan, program dan pengawasan K3 harus mampu memberikan perhatian terhadap perilaku kerja yang aman, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja sehingga dapat tercipta proses kerja yang aman, efisien dan produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan SMK3 serta untuk memberikan usulan perbaikan terhadap kebijakan, program dan pengawasan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung terhadap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo, Perusahaan Pengolahan PT Teknik Kreasi Parquet Industry dan PT Dharma Satria Nusantara di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung dengan mengobservasi beberapa perusahaan dan rumah sakit yang menerapkan SMK3 pada periode 2005-2007. Kriteria obyek pengamatan adalah perusahaan dan rumah sakit yang berskala besar, menggunakan teknologi modern serta bahan, peralatan kerja, cara kerja dan tenaga kerja yang sangat berpotensi mengakibatkan kecelakaan dan penyakit. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan tetaah dokumen penerapan SMK3 pada instansi yang membidangi pengawasan ketenagakerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan, program dan pengawasan SMK3 terhadap perusahaan dan rumah sakit masih belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana pada pihak pemerintah dan perusahaan.

Occupational Health and Safety Management System (SMK3) has received a growing attention recently. The success of any organization or company in implementing SMK3 can reduce the rate work-related accidents and diseases. The prevention of such work-related accidents and diseases through SMK3 has been carried out on three important components of industry namely management, work force and work environment. The implementation of SMK3 has four pillars, namely, administration and organization, education and training, regulation and procedure, and control of potential occupational hazards. Implementation of SMK3 through policy, program and K3 control should be able to draw attention to good work behaviors, safety and health of the workers so that a safety, efficient, and productive work process can be created. This research aimed to evaluate the implementation of SMK3 and to offer suggestions in order to improve the policy, program and supervision by the Department of Labor and Transmigration of Temanggung District for PKU Muhammadiyah Hospital, Ngesti Waluyo Christian Hospital, Processing Company of PT Teknik Kreasi Parquet Industry and PT Dharma Satria Nusantara. This research was carried out at the Department of Labor and Transmigration of Temanggung District by observing several companies and hospitals that implemented SMK3 in the period of 2005-2007. The criteria for the observed objects were hospitals and companies of large size, using modern technology, materials, work equipments, work methods, and work forces that potentially causing work-related accidents and diseases. It was a qualitative research using methods of in-depth interview and study of documents on the implementation of SMK3 at the institutions responsible for work force supervision. The results of study indicated that SMK3 policy, program and supervision for the companies and hospitals were not optimal due to the limitations in human resources, fund, facilities and infrastructure of those government and company institutions.

Kata Kunci : Evaluasi,Kebijakan,SMK 3,Evaluation,Policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.