Pengaruh stigma dan depresi terhadap kualitas hidup penderita lepra
SIAGIAN, Jenny Maria C, dr. Carla R. Marchira, SpKJ
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran JiwaLatar belakang: Stigma lepra merupakan salah satu stigma penyakit yangkuat. Depresi sering timbul pada penderita lepra. Stigma dan depresi merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penderita lepra. Tujuan: Untuk mengetahui apakah stigma dan depresi berpengaruh lebih besar terhadap kualitas hidup dibanding faktor-faktor lain pada penderita lepra di poliklinik kulit dan kelamin RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini memadu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisiskuantitatif bersifat deskriptif-analitik dengan menggunakan metode kai kuadrat dan regresi berganda, dan analisis kualitatif dilakukan sebagai tambahan data berdasarkan hasil wawancara mendalam. Hasil: Faktor-faktor yang memiliki korelasi bermakna dengan kualitas hidup adalahjenis kelamin, tingkat penghasilan, dan skor depresi (p<0,05). Dari analisis multivariat didapatkan bahwa skor depresi berpengaruh bermaknaterhadap kualitas hidup (B 1,876; p<0,05; CI 1,166-36,566). Subjek kualitatif tidak mengalami stigma sosialtetapi mengalami stigma subjektif dalam bentuk merahasiakan penyakit lepra yangdiderita. Lima dari enam subjek mengalami satu atau lebih gejala-gejala depresi yang bervariasi. Kesimpulan: Depresi mempunyai pengaruh lebih besar terhadap penurunan kualitas hidup penderita lepra di poliklinik kulit dan kelamin RSUP DR Sardjito Yogyakartadibandingkan kecacatan dan faktor-faktor demografik, sedangkan stigma tidak.
Background: Stigma attached to leprosy-affected individuals is one of the strong stigma of diseases. Depression is often occurred to many lepers. Stigma and depression are two factors which affect quality of life of the lepers. Objectives: To determine whether stigma and depression affects the quality of life of leprosy patients in dermatology outpatient clinic at DR Sardjito hospital more than any other factors. Method: This is a quantitative-qualitative research. The quantitative analysis is analytic-descriptive using chi-square and multiple regression methods. Qualitative analysis was performed to complement data based on the results of in-depth interviews. Result: The factors which significantly correlated with quality of life are sex, income level, and depression score (p<0,05). Depression score significantly affects quality of life (B 1,876; p<0,05; CI 1,166-36,566). The qualitative subjects have subjective stigma by covering that they have leprosy. Five from six of them have variety of depression symptoms. Conclusion: Depression affects quality of life more than deformity and demographic factors among leprosy patients in dermatology outpatient clinic at DR Sardjito hospital, but stigma doesn’t.
Kata Kunci : Stigma,Depresi,Lepra,Kualitas hidup,stigma,depression,leprosy,quality of life