Hubungan antara pemberian susu botol dengan posisi tidur dan manifestasi asma pada anak usia 5-6 tahun
CHANDRAWATI, Pertiwi Febriana, dr. Roni Naning, Sp.A(K), M.Kes
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikAsma merupakan penyakit respiratorik kronik yang sering didapatkan pada anak, dan didapatkan bukti yang kuat bahwa asma cenderung makin meningkat angka kejadiannya. Prevalensi asma anak usia 6-11 tahun di Amerika Serikat tahun 1980-1993 terjadi peningkatan lebih dari 75% dengan peningkatan terbesar pada anak usia 5 tahun. Di Indonesia sendiri sekitar 2-5% penduduk Indonesia terkena asma. Banyaknya penelitian tentang asma yang disebabkan berbagai macam faktor penyebab seperti faktor alergi, atopik pada keluarga, ras, gender dan kebiasaan ibu merokok saat hamil. Namun ternyata ada mekanisme lain selain yang sudah sering diteliti, yang diduga menjadi salah satu penyebab timbulnya asma yaitu faktor gastroesophageal refux (GER). Prevalensi GER pada asma diestimasi sekitar 34-89%. Terdapat 3 mekanisme dimana GER dapat mempengaruhi asma yaitu refleks vagal secara tidak langsung , reaktivitas bronchial yang tinggi, dan mikroaspirasi asam lambung yang menyebabkan terjadinya bronkokonstriksi. Susu botol yang diberikan di tempat tidur dengan posisi berbaring sebelum tidur pada usia satu tahun pertama diprediksi berhubungan dengan kejadian asma pada usia 5-6 tahun. Penjelasan yang dikemukakan adalah ditemukannya bronkospasme yang merupakan hasil dari iritasi jalan nafas berulang, sebagai akibat dari GER dan mikroaspirasi pada saat posisi berbaring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bayi yang diberi susu botol sebelum tidur di tempat tidur atau boks bayi sampai dengan umur satu tahun dengan asma pada usia 5-6 tahun. Kami melakukan analisis dari data kuesioner pasien rawat jalan di poli Pulmonologi RS Dr. Sardjito Yogyakarta dengan menggunakan metode case control. Analisis bivariat dan multivariat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Pada penelitian ini digunakan uji X² untuk variabel kategorikal dan uji t untuk variabel numerik.Tingkat kemaknaannya ditentukan berdasarkan interval kepercayaan 95%. Kami berharap penelitian ini akan dapat menjelaskan tentang hubungan antara pemberian susu botol dengan posisi tidur pada anak usia di bawah satu tahun dengan kejadian asma pada usia 5-6 tahun.
Asthma is a chronic respiratory disease often encountered in children and there is strong evidence that it’s incidence is increasing. The prevalence of asthma in children 6 – 11 years in the United States between 1980 – 1993 increased more than 75% with the biggest increase for children aged 5 years. In Indonesia, about 2 – 5% of the population suffered asthma. Many research have established some factors that predispose asthma, including allergic factors, familial atopy, race, gender, and smoking during pregnancy. However, there is another factor that were suspected to predispose asthma that have not been widely studied, that is gastroesophageal reflux (GER). The prevalence of GER in asthma patients is estimated around 34 – 89%. There are three mechanisms in which GER can trigger asthma : through an indirect vagal reflex, increased bronchial reactivity, and micro-aspiration of gastric acid that causes bronchoconstriction. Administration of bottle milk with supine position in bed during first year of life is predicted to be associated with occurrence of asthma at age 5 – 6. The proposed mechanism is through bronchospasm that was found due to repeated airway irritation caused by GER and micro-aspiration when the child is in supine position. The purpose of this research is to study the correlation between administration of bottled milk in bed before sleep in the first year of life with presence of asthma at the age 5 – 6. We analyzed questionnaire from outpatients at Pulmonology policlinic dr. Sardjito hospital Yogyakarta with a case control method. Bivariate and multivariate analysis were used to explain correlation between dependent and independent variable. In this study, X2 were applied for categorical variable and t test were used for numeric variable. Confidence interval were plotted at 95%. It is expected that this research can explain the relation between administration of bottled milk in bed in the first year of life with presence of asthma at the age 5-6.
Kata Kunci : Asma,Gastroesophageal reflux,refleks vagal,reaktifitas bronkial,Mikroaspirasi,Bronkokonstriksi,susu botol,posisi berbaring,case control, asthma, gastroesophageal reflux, vagal reflex, bronchial reactivity, micro-aspiration, bronchoconstriction, bottled mi