Gagal jantung kongestif sebagai faktor prognostik demensia vaskuler
PUJARINI, Listyo Asist, Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S(K)
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar Belakang: Demensia Vaskuler (Dva) didefinisikan sebagai penurunan fungsi kognitif akibat lesi otak iskemik, hipoperfusi atau perdarahan yang disebabkan oleh penyakit serebrovaskuler atau kardiovaskuler. Sepertiga pasien stroke yang berusia ≥ 65 tahun akan berkembang menjadi Dva dalam waktu 3 bulan. Hipoperfusi serebral dari GJK kini semakin dikenal sebagai sebuah faktor risiko untuk penurunan fungsi kognitif. Penelitian GJK sebagai faktor risiko terjadinya Dva masih kontroversi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gagal jantung kongestif sebagai faktor risiko demensia vaskuler dengan menghitung odds ratio. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kasus kontrol. Kasus adalah penderita stroke dengan demensia vaskuler, sedangkan kontrol adalah penderita stroke non demensia vaskuler, yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Dilakukan anamnese, pemeriksaan fisik neurologi, laboratorium, EKG, HCTS, S-ICQODE dan MMSE. Kriteria diagnosis Demensia Vaskuler (Dva) menggunakan DSM-IV. Hasil: Delapan puluh empat pasien stroke dimasukkan di dalam penelitian ini. Kasus dan kontrol masing-masing 42 orang. Pada analisa univariat hipertensi, hiperkolesterol dan status merokok tidak bermakna secara statistik (masing-masing OR 1,467; 2,065 dan 1,301; 95% CI 0,542 – 3,970; 0,836 – 5,100 dan 0,475 – 3,566; p 0,307; 0,087 dan 0,399). DM dan GJK bermakna dengan p berturut-turut 0,040 dan 0,002; OR 2,390 dan 4,975; 95% CI 1,995 – 5,739 dan 1,723-14,256. Pada analisis multivariat didapatkan bahwa GJK merupakan faktor risiko independen penting untuk terjadinya demensia vaskuler (OR 4,406; 95% CI 1,315 – 14,763; p 0,016). Kesimpulan: Gagal jantung kongestif merupakan faktor risiko terjadinya demensia vaskuler. Didapatkan hubungan yang signifikan antara gagal jantung kongestif dan risiko terjadinya demensia vaskuler
Background: Vascular dementia (VaD) is defined as cognitive impairment as the result of ischemic brain lesion, hypoperfusion, or haemorrhage caused by serebrovascular or cardiovascular disease. A third of stroke patients with ≥ 65 years of ageb will develop VaD in three months. Cerebral hypoperfusion of CHF is now identified as a risk factor for cogntive decline in elderly. The study of CHF as a risk factor for VaD is stil controversial. Objective: This study was performed to assess congestive heart failuer as a risk factor for vascular dementia by odds ratio calculate. Method: the study was designed as a case control study. Cases are stroke patients with vascular dementia, meanwhile the controls are stroke patients withoud vascular dementia, admitted in Dr. Sardjito hospital, Yogyakarta, The patients were then assessed with laboratory tests, EKG, HCTS, S-ICQODE, and MMSE. Diagnosis criteria for VaD was according to DSM-IV. Results: Eighty four patients with stroke were included in this study. Each group has 42 subject. Hypertenstion, hypercholesterol and smoking condition didn’t have a significant correlation (OR 1,467; 2,065 and 1,301; 95% CI 0,542 – 3,970; 0,836 – 5,100 and 0,475 – 3,566; p 0,307; 0,087 and 0,399, respectively). DM and CHF has a significant correlation with p 0,040 and 0,002; OR 2,390 and 4,975; 95% CI 1,995 – 5,739 and 1,723-14,256, respectively. In multivariate analysis, it was revealed that CHF is an important, independent risk factor for the development of vascular dementia (OR 4,406; 95% CI 1,315 – 14,763; p 0,016). Conclusion: Congestive heart failure is a risk factor for vascular dementia. There is a significant correlation between congestive heart failure an the risk of vascular dementia development.
Kata Kunci : Gagal jantung Kongestif,Srtoke,Demensia Vaskuler,MMSE,Kasus kontrol,congestive heart failure,stroke,vascular dementia,case control