Laporkan Masalah

Distribusi tenaga dan sarana kesehatan dan kejadian luar biasa di Propinsi Papua :: Analisis data PODES 2005

SULLY, Indra Bachri, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Upaya-upaya yang dapat menunjang keberhasilan pelayanan kesehatan adalah pemerataan serta kesinambungan dan ketersediaan tenaga kesehatan di setiap pusat pelayanan kesehatan masyarakat, selain itu upaya pelayanan kesehatan juga dituntut memperhatikan aspek-aspek keterjangkauan, keadilan dan kesetaraan. Kurangnya sarana dan distribusi tenaga kesehatan di Papua (terutama di daerah terpencil) serta kondisi geografis yang sulit dijangkau mengakibatkan menurunnya pelayanan kesehatan, berkurangnya jangkauan pelayanan, dan terbatasnya jumlah penduduk yang dilayani, serta daya tahan tinggal tenaga kesehatan di desa memendek, selain itu juga kemampuan mengembangkan pola rujukan kesehatan juga terbatas sehingga berbagai penyakit tidak teratasi yang bisa menyebabkan wabah. Tujuan Penelitian: Mengetahui ketersediaan tenaga kesehatan di Provinsi Papua, Mengetahui distribusi tenaga kesehatan di Provinsi Papua menurut wilayah perkotaan dan pedesaan, Mengetahui ketersediaan sarana kesehatan, Mengetahui akses sarana pelayanan kesehatan dan terjadinya kejadian luar biasa muntaber/diare dan malaria, Mengetahui ketersediaan tenaga kesehatan dan terjadinya kejadian luar biasa muntaber/diare dan malaria. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan menggunakan rancangan cross section. Penelitian ini menggunakan pendekatan metoda kuantitatif. Unit analisis penelitian adalah desa, sumber data yang digunakan adalah data sekunder dalam data Potensi Desa (Podes) tahun 2005 dan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2005. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Penyebaran sarana kesehatan belum merata karena masih ada kabupaten yang belum memiliki sarana rumah sakit. Distribusi tenaga kesehatan tidak merata disetiap Kabupaten di Provinsi Papua. Akses sarana kesehatan di seluruh Provinsi Papua sulit dijangkau. kejadian luar biasa muntaber/diare maupun malaria lebih banyak terjadi di wilayah pedesaan dari pada diwilayah perkotaan. Jumlah kasus kematian pada desa yang ada KLB malaria lebih banyak dibanding jumlah desa yang ada KLB muntaber/diare. Begitu juga KLB malaria banyak yang mengalami kematian dibanding dengan KLB muntaber/diare. Kesimpulan: Akses yang sulit ke sarana pelayanan kesehatan ternyata mempunyai angka resiko kematian karena KLB lebih besar di bandingkan dengan akses yang mudah ke sarana kesehatan. Semakin banyak tersedianya tenaga kesehatan profesional (dokter, perawat/mantri, dan bidan) yang menempati sarana pelayanan kesehatan di suatu wilayah/desa maka angka kematian karena kejadian luar biasa muntaber/diare maupun malaria semakain sedikit.

Background: Efforts that could support performance of health service are equal distribution, sustainability and availability of health staff in every health service center. Health service is also required to consider affordability, fairness and equality aspects. Lack of health facilities and imbalanced health staff distribution in Papua (particularly in isolated areas) lead to declining performance and coverage of health service, limited number of population served and shorter duration of stay of health staff in the village. Besides, capacity to develop health referral pattern is also limited so that various diseases cannot be overcome thus they spread more widely. Objective: To identify availability and distribution of health staff based on urban and rural areas, health facilities, access to health facilities and health staff and the prevalence of outbreak of diarrhea and malaria. Method: This observational study used cross sectional design and quantitative method. The analysis unit were villages; data sources used were secondary data of village potential 2005 and Indonesian Health Profile 2005. Data were analyzed descriptively. Result: The distribution of health facilities was not good; some district still did not have hospitals. Health staff were not evenly distributed in every district at the Province of Papua. Access to health facilities all over the province was difficult. Diarrhea and malaria outbreaks more frequently occurred in rural areas than in urban areas. There were more deaths in villages with malaria outbreak. Malaria outbreak brought more deaths than diarrhea outbreak. Conclusion: Difficult access to health service facilities had higher risk factors of deaths due to outbreak than easy access. Availability of more professional health staff (doctors, nurses and midwives) in health facilities in particular areas/villages resulted in fewer deaths caused by both diarrhea and malaria outbreaks.

Kata Kunci : Distribusi,Sarana Kesehatan Akses,Jarak,Tenaga kesehatan,KLB,PODES 2005,health facilities,health professionals,outbreak,village potential,distribution


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.