Laporkan Masalah

Evaluasi kinerja puskesmas pelayanan kesehatan dasar gratis di Kabupaten Sukamara tahun 2007

LAMSIDI, Ahmad, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Kebijakan pelayanan kesehatan dasar gratis merupakan cara penting dalam memperoleh simpati politik bagi kepala daerah yang sedang membangun popularitas dan dukungan masyarakat. Kebijakan pelayanan kesehatan dasar gratis di puskesmas yang kuat muatan politik dan tanpa pengelolaan implementasi dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada mutu pelayanan yang diterima masyarakat. Penelitian terdahulu mendokumentasikan penggunaan pelayanan kesehatan lebih besar daripada sebelumnya dan adanya ketimpangan insentif yang membuat perawat lebih kurang termotivasi bekerja karena dokter mendapat tunjangan khusus sementara mereka tidak memperolehnya. Bupati Sukamara mengeluarkan kebijakan pembebasan retribusi biaya pelayanan kesehatan dasar. Kebijakan ini telah diimplementasi selama 6 bulan sejak Juli 2007. Penelitian ini bertujuan mempelajari apakah kekhawatiran tentang lemahnya manajemen pelaksanaan itu terjadi di Kabupaten Sukamara ini. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan bulan Juni-Juli di Sukamara dengan wawancara mendalam terhadap petugas kesehatan dan staf dinas kesehatan. Hasil: Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebijakan gratis di Sukamara didukung oleh manajemen dan biaya yang memungkinkan petugas kesehatan menerima kebijakan dan bekerja sesuai harapan. Pengalaman 6 bulan pelaksanaan kebijakan ini, dana yang berhasil diklaim oleh puskesmas adalah sebesar 46 juta rupiah. Dana ini hampir dua kali lipat dari pemasukan puskesmas dari retribusi pada enam bulan sebelumnya ketika pelayanan masih menggunakan pola lama. Salah satu motivasi yang mendorong kelancaran pelaksanaan adalah insentif yang merata di kalangan pegawai. Pendapatan dari klaim ke pemerintah daerah telah didistribusikan 5% persen untuk pimpinan puskesmas dan yang lain dibagi merata kepada seluruh karyawan Kesimpulan: Pelayanan kesehatan dasar gratis di Sukamara berjalan lancar atas dukungan biaya dan politik dari pemerintah daerah dan manajemen insentif di tingkat puskesmas. Meski terdapat kelancaran pada program ini, perbedaan dalam pola insentif antara sistem askes dan askeskin, serta sistem pelayanan normal dapat mendorong sikap berbeda bagi pasien yang berasal dari perbedaan program.

Background: Policy of free health service is important way in get political sympathy for local leader that have collect popularity and public support. Policy of free health service in health centre with strong political content and without good management of its implementation is expected to give bad impact of service quality people received. Previous research have documented that use of health service was greater than before and lag of incentive make nurse less motivated to work with physician that get special benefit , while they did not. The Sukamara regent has issued policy of releasing charge of basic health service cost. The policy was implemented for 6 months since July 2007. This research was aimed to study whether concern on weak management in the implementation of the policy occur in Sukamara regency. Method: This research used case study design. Data collection was carried out in June-July in Sukamara with depth interview with health workers and personnel in the health office. Result: Field condition indicated that policy of free health service in Sukamara is supported by management and finance that make health workers accept the policy and work as expectation. Experience of 6 months implementation of the policy indicated that fund the health centres claimed was 46 millions rupiah. The fund was almost twice of health centre income from previous six month charge when the service still used old pattern. One factor promoting smoothness of the policy implementation is even incentive for employee. Income from claimed to local government has been distributed 5% to head of health centre and the other was distributed evenly to all employees. Conclusion: Free basic health service in Sukamara run smoothly due to fund and politic support of local government and incentive management in health centre level. However, difference in incentive pattern between askes and askeskin system and normal service system can encourage different attitude for patient of different program

Kata Kunci : Pelayanan kesehatan gratis,Kinerja petugas kesehatan,Pengaruh politik dan pengelolaan implementasi,free health service, health worker performance, political vs management influence of implementation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.