Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam pemilihan penolongan persalinan di Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara
ZULAEHA, Wa Ode Sitti, Prof. M. Hakimi, SpOG(K), PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGMLatar Belakang: Kematian dan kesakitan ibu pada waktu hamil dan melahirkan merupakan masalah kesehatan yang sangat memprihatinkan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu penyebab tingginya AKI adalah infeksi yang diakibatkan oleh pertolongan persalinan yang tidak aman yang dilakukan di rumah secara tradisional oleh dukun bayi. Kematian ibu bersalin di Kota Bau-Bau pada tahun 2007 mengalami peningkatan. Penyebabnya adalah perdarahan, eklamsia dan infeksi yang terjadi karena pertolongan persalinan oleh dukun dan keterlambatan dalam pengambilan keputusan merujuk ibu ke tempat pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian: Menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam pemilihan penolong persalinan di Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Metodologi: Penelitian ini adalah observasional melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan cohort prospective. Subjek penelitian adalah ibu hamil 36 minggu yang diambil secara accidental sampling, diikuti sampai melahirkan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner sejak bulan April sampai dengan Juli 2008. Uji hipotesis dilakukan dengan uji Chi square dan binomial regression. Hasil Penelitian: Analisis bivariat; menunjukkan pendidikan rendah lebih besar memilih dukun sebagai penolong persalinan dibanding pendidikan tinggi (RR=2,4 dan 95% CI=1,31-4,42), ekonomi tidak mampu lebih besar memilih dukun sebagai penolong persalinan dibanding ekonomi mampu (RR=3,4 dan 95% CI=1,75-6,71) dan pengambil keputusan orang lain lebih besar memilih dukun sebagai penolong persalinan dibanding pengambil keputusan responden sendiri (RR= 2,7 dan 95% CI=1,26-5,63). Analisis multivariat didapatkan ekonomi (RR= 2,3; 95% CI=1,13-4,56), dan pengambil keputusan (RR= 2,2; 95% CI=1,10-4,57) berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan. Kesimpulan: Faktor karakteristik rumah tangga; ekonomi dan pengambil keputusan merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam pemilihan penolong persalinan. Ekonomi merupakan faktor utama (determinan) dalam pemilihan dukun sebagai penolong persalinan
Background: Maternal mortality during pregnancy and childbirth has become a major health problem in developing countries, including Indonesia. One cause of maternal mortality is infection resulted from unsafe childbirth assistance at home provided by traditional birth attendants. Maternal mortality during childbirth at Bau-Bau Municipality in 2007 increased. The causes were bleeding, eclampsia and infection due to assistance by traditional birth attendants and delay in decision making for referral to health service institutions. Objective: To analyze factors related to decision making in the choice of childbirth assistants at Bau-Bau Municipality, Sulawesi Tenggara. Method: The study was observational with quantitative approach and prospective cohort design. Subject were pregnant mothers of 36 week gestation accidentally taken. They were observed until the children were born. Primary data were obtained through questionnaires from April to July 2008. Hyphotetical test was made using chi square and binary regression. Result: The result of bivariable analysis showed that education (RR=2.4; 95% CI=1.31–4.42), economic factor (RR=3.4; 95% CI=1.75–6.71) and decision made by others (RR=2.7; 95% CI=1.26–5.63) had significant relationship with childbirth assistants. The result of multivariable analysis showed that there was significant relationship between economic factor (RR=2.3; 95% CI=1.13–4.56) and decision makers (RR=2.2; 95% CI=1.10 – 4.57) and childbirth assistants. Conclusion: Risk factors of age, parity, occupation, knowledge, belief and culture had no relationship with the choice of childbirth assistants. Meanwhile, education, economic factor and decision makers had significant relationship with the choice of childbirth assistants. Economic factor had the greatest contribution to the choice of childbirth assistants.
Kata Kunci : Pengambilan keputusan,Pertolongan Persalinan, decision making, childbirth assistants