Sosial ekonomi keluarga dan kejadia infeksi pernafasan akut pada balita di Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul
PURWANTI, Susi, Prof.dr. M. Hakimi, SpOg(k), PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: ISPA merupakan penyebab angka kesakitan dan kematian balita di seluruh dunia. Salah satu faktor penyebab ISPA pada balita karena status sosial ekonomi keluarga yang rendah.Tingkat pendidikan kepala keluarga di Kecamatan Bambanglipuro 60% tidak sekolah dan berpendididkan SD dan umumnya berpendapatan rendah. Kasus ISPA di Kabupaten Bantul mengalami peningkatan tajam dan di Kecamatan Bambanglipuro kasus ISPA tahun 2006-2007 mengalami peningkatan 3 kali lebih banyak dibandingkan tahun 2005. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi keluarga dengan prevalensi ISPA pada balita di Kecamatan Bambanglipuro-Bantul. Metode: Observasioanal cross- sectional study dengan menganalisis data survei Child Health Need Assesment (CHNA) tahun 2007 di Kecamatan Bambanglipuro-Bantul oleh Bagian Ilmu Kesehatan Anak-RSUP. DR. Sardjito Yogyakarta; Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan Project Hope. Subyek penelitian berjumlah 651 balita. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis univariabel, uji chi-square dan uji binomial regresion serta pemodelan. Hasil: Analisis multivariabel menunjukkan prevalensi ISPA pada balita 1,2 kali lebih banyak pada keluarga dengan pendapatan kurang, dibandingkan dengan keluarga pendapatan cukup (RP 1,2 95%CI 1,01-1,39). Pendidikan ibu yang rendah tidak berhubungan significant dengan prevalensi ISPA (RP: 1,0 95%CI : 0,89-1,19). Balita dengan status gizi kurang/buruk 1,3 kali lebih banyak mengalami ISPA dibandingkan balita dengan status gizi baik (RP=1,3 95%CI :1,01-1,58). Kesimpulan : Prevalensi ISPA lebih banyak pada pendapatan keluarga kurang dibandingkan dengan pendapatan keluarga cukup. Tidak ada perbedaan prevalensi ISPA pada balita baik pada ibu berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah. Balita umur 12-59 bulan dan status gizi mempunyai hubungan bermakna dengan prevalensi ISPA secara statistik maupun praktis.
Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is one of causes of morbidity and mortality of underfives all over the world. The number of poor families at Subdistrict of Bambanglipuro is 28.1% and education of parents is in average more than 9 years. Cases of ARI at District of Bantul in 2006 – 2007 increased 3 times higher than in 2005. At Subdistrict of Bambanglipuro every month there is increase of ARI cases. Objective: To identify the relationship between social economic status of the family and the prevalence of ARI among underfives at Subdistrict of Bambanglipuro, District of Bantul. Method: This quantitative observational study used cross sectional approach by analyzing secondary data of Child Health Need Assessment (CHNA) survey, 2007 at Subdistrict of Bambanglipuro Bantul by the Department of Pediatrics, Faculty of Medicine, University of Gadjah Mada in cooperation with Hope Project. Subject of the study were as many as 651 underfives. Quantitative data analysis used 95%CI, univariable, chi square, binomial regression and modeling test with 95%CI. Result: The result of multivariable analysis showed that the prevalence of ARI among underfives was 1.2 greater in the family with lower income than in those with adequate income (RP=1.2 95%CI=1.01-1.39). Low education of mothers had no significant relationship with the prevalence of ARI (RP=1.0 95%CI= 89 –1.19). Undernourished/malnourished underfives encountered ARI 1.3 greater than underfives with good nutrition status. (RP=1.3 95%CI:1.01-1.59). Conclusion: Family income had statistically significant relationship with the prevalence of ARI. There was no difference in the prevalence of ARI among underfives both in mothers with high education and those with low education. Underfives of 12 – 59 months old and nutrition status had statistically and practically significant relationship with ARI.
Kata Kunci : Status sosial ekonomi,infeksi saluran pernafasan,balita, social economic status, acute respiratory infection (ARI), underfives