1 (XL:::: 8.15, 1,92; C~95%:::: 1.19-3.09, p value < (0.00), Conclusion: lhis study showed significants results on the difference of premarital sexual behaviors among male and high schoo! students where in male student.s tended to do high risk premarital activities compared female students. Based on qualitative approach, there 'idere some why adolescents committed premaritai s\:~xualactivHies amongst others are because the activities were done a.sa proof of love and an expectations of marriage. Male adolescents were likely to be rnore aggressive and initiative to start behaviors than female adolescents."> 1 (XL:::: 8.15, 1,92; C~95%:::: 1.19-3.09, p value < (0.00), Conclusion: lhis study showed significants results on the difference of premarital sexual behaviors among male and high schoo! students where in male student.s tended to do high risk premarital activities compared female students. Based on qualitative approach, there 'idere some why adolescents committed premaritai s\:~xualactivHies amongst others are because the activities were done a.sa proof of love and an expectations of marriage. Male adolescents were likely to be rnore aggressive and initiative to start behaviors than female adolescents.">
Laporkan Masalah

Indentifikasi perilaku seksual pranikah remaja SMU laki laki dan perempuan di Kabupaten Lamongan

ANDRIYANI, Anin, Prof.dr.M.Hakimi, SpOG(K), PhD

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Judul: Perbedaan perilaku seksual pranikah remaja SMU iaki-Iaki dan perempuan di Kabupaten Lamongan latar Be!akang: Permasalahan seksualitas sering muncui saat ini baik perilaku maupun dampak yang elemen-elemen yang terkait dengan keseimbangan seks/jenis kelarnin dengan seksualjtas. Elemen-elemerl tersebut termasuk elemen biologis yang ter~ait dengan identitas dan peran gender berdasarkan ciri seks skundernya dipandang dari aSt)eK biologis.Secara gender laki-Iaki (maskulin) mempunyai karakter agresif dan ambisius, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa emansipasi wanita telarl ubah gender. Hal tersebut menjadi kesenjanga:1 untuk menyimpulkan apakah perubahan paradigma dan perHaku tentang seksualitas y:;mg melibatkan jenis kelamin dan gender, yang akan telitl lebih lanjut. Tujuan: Memberikan pemahaman perbed8an perilaku seksual pranikah remaja SMU laki-iaki dan perempuan di Kab. Lamongan Metode Pene:!itian: Jenis penelitian ini adalah observas[onal atau non eksperimental dengan rnenggunakan rangcangan cross sectional (potong lintang), dengan rnenggunakan pendekatan kuantitatif kuaHatif, populasi sebanyak 702 orang dan sample sebar.yak 255 orang menggunakan tehnik random sampling dan analisa data menggunakan uji statistic chi square. Hasil Penelitian: Remaja beljenis kelamin laki-Iaki rnempunyai kemungkinan melakukan periiaku seksual tinggi 1,92 kali dibanding remaja perempuan (RP=1,92, CI 95 %=1,19-3,09, P value=O,OO). Kesimpu!an: Penelitian ini mendapatkan hasil yang signi"fikan pad a perbedaan perilaku seksual pr3nikah rerrlaja SMU Iaki-18ki d;m perempuan. Hasil pendekatan sncara kualitatif mendapatkan beberapa mengapa perilaku seksual tersebut banyak terjadi pada remaja, hal tersebut adalah karena alasan rernaja untuk pembuktian cinta dan harapan akan menikah, Periiaku seksual cenderung lebih tinggi dilakukan oleh iakilaki lebih agresif dan inisiatif untuk memulai perilaku sel

Background: Problems around sex sexuality are often becoming a cehtra~issue nowadays, related both to behavior to its effect comes up following the behavior. Many elements are as~~oc!ate with the between sex and sexuality. Those elements include bioiogica! elements relating to identity and gender role based on secondary sexual characteristics from biologic aspects. It is stated ~hat men (masculine) are characterized as aggressive ambitious. However, there is an argument that women's emancipation changed the gender roie. Objective: To give understanding the difference of premarital sexual behaviors among male and female high schoo! students in Lamongan Oistrict. Method: This was an observational or non-experimental study with a cross sectional study design. The approach was quantitative qualitative. The population was 702 persons. Two hundred and fifty five samples were recruited using random sampling technique. In addition, data were using square statistic test. Results: Male adolescents had a 1 time greater chance do high risk premarital sexual behaviors than the female adolescents. Sex variable had RP>1 (XL:::: 8.15, 1,92; C~95%:::: 1.19-3.09, p value < (0.00), Conclusion: lhis study showed significants results on the difference of premarital sexual behaviors among male and high schoo! students where in male student.s tended to do high risk premarital activities compared female students. Based on qualitative approach, there 'idere some why adolescents committed premaritai s\:~xualactivHies amongst others are because the activities were done a.sa proof of love and an expectations of marriage. Male adolescents were likely to be rnore aggressive and initiative to start behaviors than female adolescents.

Kata Kunci : Prilaku seksual,Remaja,Laki laki,Perempuan, premarital sexual behaviors, male and female students


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.