Laporkan Masalah

Cancer fatalisme dan partisipasi wanita dalam skrining kanker serviks di Kota Medan tahun 2008

GINTING, Bebaskita Br, dr. Ova Emelia, SpOG, M.M.Ed, PhD

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kanker serviks menempati urutan pertama kanker pada wanita dan menjadi salah satu dari 6 penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Upaya-upaya untuk menurunkan kematian karena kanker serviks terus dilakukan terutama difokuskan dengan melakukan skrining. Wanita yang membutuhkan skrining tidak semua melakukan skrining. Salah satu hambatan wanita melakukan skrining adalah cancer fatalism yaitu keyakinan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker, hal ini berdasarkan keyakinan bahwa setiap hal yang terjadi dalam hidup berada diluar kontrol individu dan merupakan takdir. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan cancer fatalism dengan perilaku skrining kanker serviks di Kota Medan. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan rancangan study cross-sectional. Subjek penelitian adalah wanita yang sudah menikah atau pernah menikah. Jumlah sampel sebanyak 112 orang. Analisis data yang digunakan adalah: analisis univariabel menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariabel menggunakan Chi-Square dengan p<0,05 dan CI 95%. Analisis multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 133 responden (78.24%) mengalami cancer fatalism, 78 responden (45,88%) tidak melakukan skrining kanker serviks. Cancer fatalism memiliki hubungan bermakna dengan perilaku skrining kanker serviks (RP=1,96; 95%CI=1,2-3,2). Usia ibu dan riwayat keluarga menderita kanker juga menunjukkan hubungan bermakna dengan perilaku skrining (RP=2,06; 95%CI=1,6-2,66 dan RP=2,22; 95%CI=1,6-3,07). Variabel status pernikahan, tingkat pendidikan dan sosial ekonomi tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan perilaku skrining kanker serviks. Kesimpulan: Prevalensi tidak melakukan skrining kanker serviks lebih banyak pada wanita yang memiliki skor cancer fatalism tinggi dibandingkan dengan wanita yang memiliki skor cancer fatalism renda

Background: Cervical cancer poses the number one cancer among women and becomes one of six mortality leading causes in Indonesia. Efforts to reduce the mortality rate of cervical cancer are being done particularly focused on cancer screening. Fact says that not all women who actually need screening do the screening. One of constraints in order that a woman does cancer screening is cancer fatalism, which is a belief that there is nothing to do to prevent cancer. This belief underlines that everything happening in life is beyond an individual’s control and is perceived as a fate. Objective: To study the relationship between cancer fatalism and cervical cancer screening behavior in Medan municipality. Method: This was an observational study with a cross-sectional study design. Subjects were married women or once-married women. Samples were 170 women. Data were analyzed with univariable analysis using frequency distribution, bivariable analysis using chi-square with p < 0.05 and CI 95%, and multivariable analysis using logistic regression. Results: One hundred thirty three respondents (78.24%) experienced cancer fatalism and 78 respondents (45.88%) did not do cervical cancer screening. Cancer fatalism was significantly related to cervical cancer screening behavior (RP=1.96; 95% CI=1.2-3.2). Maternal age and family history with cancer were also significantly related to screening behavior (RP=2.06; 95% CI=1.6-2.66 and RP=2.22; 95% CI=1.6-3.08). Meanwhile, marriage status, educational level, and socioeconomic status were insignificantly related to cervical cancer screening behavior. Conclusion: The prevalence of not having cervical cancer screening behavior was likely to be greather in women experiencing a higher level score of cancer fatalism than in women experiencing a lower score of cancer fatalism.

Kata Kunci : Cancer fatalism,Skrining kanker serviks,Cancer fatalism, cervical cancer screening


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.