Laporkan Masalah

Hubungan antara asupan muatan seksual pada televisi dan internet dengan perilaku seksual remaja SMA Negeri I Lhoksumawe

PRIHATIN, Nova Sumaini, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K),MPH,PhD

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Perilaku seksual remaja sekarang sangat mengkhawatirkan, kecenderungan sikap permisif remaja terhadap perilaku seks bebas atau perilaku seks pranikah dapat menimbulkan risiko terjadinya penyakit menular seksual (PMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Kecendrungan perubahan perilaku seksual remaja semakin meningkat karena adanya penyebaran informasi dan rangsangan seksual melalui media massa (televisi, internet, telepon genggam, VCD, dan lain-lain) menjadi tidak terbendung lagi. Tujuan: Untuk mengidentifikasi perilaku seksual remaja yang mendapat asupan seks dari media televisi dan internet. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 120 orang merupakan siswa-siswi SMA Negeri I Lhokseumawe. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah asupan seks dari media televisi dan internet, variabel terikat adalah perilaku seksual remaja dan variabel luar adalah hubungan dengan orang tua, pengetahuan agama dan perilaku teman sebaya. Data dikumpul dengan menggunakan kuesioner tertutup dan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap 8 informan. Analisis data dengan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariabel menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang bermakna antara asupan seks dari media televisi dengan perilaku seksual remaja (RP=1,6; p=0,01), (2) terdapat hubungan yang bermakna antara asupan seks dari media internet dengan perilaku seksual remaja (RP=1,4; p=0,04), (3) terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan perilaku seksual remaja (RP=1,8; p=0,01) (4) terdapat hubungan yang bermakan hubungan dengan orangtua dengan perilaku seksual remaja (RP=0,5; p=0,02), (5) terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku teman sebaya dengan perilaku seksual remaja (RP=1,4; p=0,03). Kesimpulan: Asupan seks dari media televisi dan internet, jenis kelamin, hubungan dengan orang tua, dan perilaku teman sebaya memiliki hubungan terhadap perilaku seksual remaja.

Background: There are concerns on adolecents’ sexual behavior because increased permissive attitudes towards free sex or premarital sexual behavior can lead to sexually transmitted desease and unwanted pregnancy. The trend of adolescent sexual behavior changes is increasing due to the inavoidable influence of information and sexual stimulation from mass media (television, internet, cell phones, VCD, etc). Objective: To identify adolescents’ sexual behavior due to the sexual media diet (SMD) from television and internet. Method: This was a quantitative and qualitative study with a cross sectional study design. Samples were 120 students of SMA Negeri I Lhokseumawe. The independent variable was SMD from television and internet, the dependent variable was adolescents’ sexual behavior, and the extraneous variable was the relationship with parents, knowledge on religion, and peers’ behavior. Data was collected using questionnaire and in-depth interview to 8 informants. Data analyses used univariable analysis, bivariable analysis with Chi Square and multivariable analysis with logistic regression. Results: From bivariable analysis, the findings showed that: (1) there was a significant relationship between sexual media diet from television and adolescents’ sexual behavior (RP=1,6; p=0,01), (2) there was significant relationship between sexual media diet from internet and adolescents’ sexual behavior (RP=1,4; p=0,04), (3) there was significant gender different and adolescents’ sexual behavior (RP=1,8; p=0,01), (4) there was significant relationship between relationship with parents and adolescents’ sexual behavior (RP=0,5; p=0,02), (5) there was significant relationship between peer’s behavior and adolescents’ sexual behavior (RP=1,4; p=0,03). Conclusion: There was a significant association between sexualy diet from television and internet and adolescents’ sexual behaviour and gender different, relationship with parents, and peers’ behavior were assumed to be the factors affecting adolescents’ sexual behavior.

Kata Kunci : Prilaku seksual,Remaja,Media massa, sexual behavior, adolescent, mass media


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.