Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan prilaku ibu terhadap kejadian diare balita di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali kota Pontianak

AMIN, Sulda, Prof. Sri Suparyati S, SpAK, PhD

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Diare penyebab nomor satu kematian balita di dunia (WHO ,2001). Hasil SDKI tahun 2002-2003, menunjukkan prevalensi diare pada anak usia kurang dari 5 tahun di Indonesia laki-laki 10% dan perempuan 11,2%. Balita adalah golongan yang rentan terinfeksi diare, karena higiene perorangan rendah, pengetahuan kebersihan masih kurang, dan sistem imun belum berkembang sempurna. Puskesmas Kampung Bali merupakan puskesmas yang memiliki jumlah penderita diare tertinggi di Kota Pontianak pada tahun 2003-2007. Tujuan: Mengetahui pengetahuan, sikap, keterjangkauan pelayanan kesehatan,perilaku petugas kesehatan dan perilaku ibu terhadap kejadian diare balita di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bali Kota Pontianak. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini semua ibu yang mempunyai balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali. Sampel 106 ibu balita yang memiliki kriteria inklusi dan diambil dengaan Simple random sampling dengan cara propotional random sampling . Data penelitian diambil dengan kuisioner. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dengan teknik analisis chi square dengan taraf signifikansi 5% dan multivariat dengan analisis regresi logistik. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu (χ²= 8,797; p<0,05; OR= 3,325). Sikap ibu (χ²= 14,353; p<0,05; OR= 4,743). Keterjangkauan pelayanan kesehatan (χ²= 6,095; p<0,05; OR= 7,919). Perilaku petugas kesehatan (χ²= 20,954; p<0,05; OR= 2,633). Perilaku ibu dengan kejadian diare balita (χ²= 8,997; OR= 3,357; p<0,05). Sikap ibu dan perilaku petugas kesehatan terhadap perilaku ibu (-2 log likelihood =104.958; overall percentage correct=76.4%; Cox & Snell R Square= 0.315). Kesimpulan:(1) Ibu dengan pengetahuan yang baik tentang diare, perilakunya lebih baik daripada ibu dengan pengetahuan yang kurang baik. (2) Ibu yang mempunyai sikap yang baik, perilakunya lebih lebih baik daripada ibu dengan sikap yang kurang baik. (3) Ibu dengan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang mudah, perilakunya lebih baik daripada ibu dengan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang sulit. (4) Ibu yang berhadapan dengan perilaku petugas kesehatan yang baik, perilakunya lebih baik daripada ibu yang menghadapi petugas kesehatan yang perilakunya kurang baik. (5) Perilaku ibu yang baik menurunkan kejadian diare balitanya daripada ibu dengan perilaku yang kurang baik. (6) Perilaku petugas kesehatan dan sikap ibu berhubungan dengan perilaku ibu terhadap kejadian diare.

Background: Diarrhea is the first cause of mortality of underfives in the world (WHO, 2001). The result of Indonesian Health and Demographic Survey 2002 – 2003 showed the prevalence of diarrhea among underfives in Indonesia was 10% for male and 11.2% for female. Underfives are the group susceptible to diarrhea as a result of poor individual hygiene, limited knowledge on cleanliness and immune system that has not been well developed. Based on the report on diarrhea, out of 22 health centers Kampung Bali Health Center was the one that has the highest prevalence of diarrhea at Pontianak Municipality 2003 – 2007. Objective: To identify knowledge, attitude, accessibility of health service and behavior of health staff and mothers toward the prevalence of diarrhea among underfives at the working area of Kampung Bali Health Center, Pontianak Municipality. Method: This was an observational study with cross sectional design. Population of the study were all mothers having underfives at the working area of Kampung Bali Health Center. Samples consisted of 106 mothers of underfives that fulfilled inclusion criteria and were taken using proportionat random sampling technique. Data were obtained through questionnaire and analyzed using univariable, bivariable with chi square technique at significance level 5% and multivariable with logistic regression analysis Result: Mother’s knowledge level (X2=8.797; p<0.05; OR=0.325). Mother’s attitude (X2=14.353; p<0.05; OR=4.743). Access to health service (X2=6.095; p< 0.05; OR=7.919). Health staff’s behavior (X2=20.954; p<0.05; OR=2.633). Behavior of mother to the prevalence of diarrhea among underfives (X2=8.997; OR=3.357; p<0.05). Mother’s attitude and health staff behavior to mother behavior (-2 log likelihood =104.958; overall percentage correct=76.4%; Cox & Snell R Square= 0.315). Conclusion: There was relationship between knowledge and behavior of mothers and the prevalence of diarrhea among underfives; between attitude and behavior of mothers and the prevalence of diarrhea among underfives; between access to health service and behavior of mothers and the prevalence of diarrhea among children underfives; between behavior of health staff and behavior of mothers and the prevalence of diarrhea among underfives. Mother which had good behavior declines the prevalence of diarrhea among underfives than mother which had bad behavior. Health staff behavior and mother’s attitude had effected to mother behavior toward the prevalence of diarrhea at the working area of Kampung Bali, Pontianak Municipality.

Kata Kunci : Pengetahuan,Sikap,prilaku,diare balita,knowledge, attitude, behavior, underfives diarrhea


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.