Kepatuhan perawat rawat inap rumah sakit terhadap penerapan standar operasional prosedur kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah Sakit Persahabatan
TOBING, Elisabeth L, dr. H. Untung Suseno, M.Kes
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Rumah sakit adalah salah satu tempat kerja yang penuh risiko bahaya kesehatan dan mudah terjangkit penyakit. Untuk mencegah terjangkitnya penyakit terhadap petugas di rumah sakit perlu suatu upaya kesehatan kerja yang salah satunya adalah penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS). Sementara ini belum adanya informasi tentang faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam penerapan SOP K3RS sehingga perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, yang telah menjalankan upaya K3RS. Tujuan: Untuk memperoleh gambaran tingkat kepatuhan perawat ruang rawat inap dalam penerapan SOP K3RS terutama terhadap SOP Cuci tangan, Jarum suntik dan Alat Pelindung Diri (APD). Metode Penelitian: memakai metoda survey yang bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diambil secara Multistage Sampling dan dianalisis dengan Regresi Logistik Ganda. Hasil: Karakteristik responden berumur 20-30 tahun (usia muda), 90% berjenis kelamin perempuan dan 81,25% pendidikan D3 Akademi Keperawatan. Tingkat kepatuhan perawat tentang penerapan SOP K3RS di ruang rawat inap 57,5% patuh. Faktor internal yang berhubungan dengan kepatuhan perawat rawat inap tentang penerapan SOP K3RS adalah persepsi dimana responden dengan persepsi baik berperilaku patuh sebesar 6,800 kali dibandingkan dengan responden dengan persepsi kurang. Sedangkan faktor eksternal yang berhubungan dengan kepatuhan perawat rawat inap adalah pengawasan kepala ruangan dan lama kerja per hari dimana responden dengan pengawasan kepala ruangan dengan katagori kuat berperilaku patuh sebesar 3,920 kali dibandingkan responden dengan pengawasan kepala ruangan dengan katagori lemah. Sedangkan pada lama kerja per hari, responden yang lama kerja < 8 jam per hari berperilaku patuh sebesar 2,856 kali dibanding kan dengan responden dengan lama kerja > 8 jam per hari. Dari hasil analisa multivariat di dapat variabel persepsi memiliki hubungan yang paling dominan dibandingkan dengan pengawasan kepala ruangan dan jam kerja. Kesimpulan: Dengan mengacu pada suatu sistem, persepsi yang baik terhadap SOP K3RS dan lama kerja per hari yang sesuai standar (8 jam per hari) dengan adanya pengawasan kepala ruangan terhadap pelaksanaan SOP K3RS akan menghasilkan out put yang baik yaitu perilaku kepatuhan terhadap penerapan SOP K3RS akan baik pula. Saran: Terhadap pihak Rumahsakit/Manajemen Rumahsakit adalah saran operasional untuk meningkatkan tingkat kepatuhan perawat rawat inap di Rumahsakit Persahabatan adalah mengimplementasikan Total Quality Management (TQM) dan komitmen penuh dari Direktur Rumahsakit. Terhadap Institusi pendidikan dan pelatihan tingkat Depkes, perlunya pembinaan terhadap Rumahsakit ataupun fasilitas kesehatan lainnya tentang K3RS serta memberikan pelatihan TQM terhadap Rumahsakit Persahabatan
Background: A hospital is one of workplaces with risk of health danger and diseases. To prevent the emergence of disease among hospital staff efforts have to be made, one of which is the implementation of Standard Operational Procedure of Occupational Health and Safety in the hospital. Presently there is no information about factors affecting compliance of nurses in the implementation of standard operational procedure of occupational health and safety in the hospital; therefore it is necessary to find it out. The study is carried out at Persahabatan Hospital of Jakarta that has implemented occupational health and safety in the hospital. Objective: To get an overview on the compliance of inpatient nurses in the implementation of standard operational procedure (SOP) of occupational health and safety in the hospital, particularly in SOP of hand washing, hypodermic needle and self-protection equipment. Method: This was an analytical survey with cross sectional design. Samples were taken using multistage sampling technique and analyzed using double logistic regression. Result: Characteristics of respondents were 20-30 years old (young adults), 90% female and 81.25% Diploma III Nursing Academy graduates. Compliance level in the implementation of SOP of occupational health and safety in inpatient room was 57.5%. Internal factor related to the compliance of inpatient nurses in the implementation of SOP of occupational health and safety in the hospital was perception whereby respondents with good perception complied 6.800 times greater than those with low perception. External factors related to the compliance of inpatient nurses were supervision of head of wards and duration of work per day. Respondents under supervision of head of ward at strong category complied 3.920 greater than those at weak category. Respondents with duration of work ≤8 hours per day complied 2.856 greater than those with duration of work >8 hours per day. The result of multivariable analysis showed that perception was more dominant variable than supervision of head of wards and duration of work. Conclusion: Referring to a system, good perception toward SOP of occupational health and safety in the hospital and duration of work per day relevant to the standard (8 hours per day) and supervision of head of wards in the implementation of SOP of occupational health and safety in the hospital would result in good output, i.e. good compliance in the implementation of SOP of occupational health and safety in the hospital. Suggestion: Hospital Management has to increase the implementation of hospital total quality management and full commitment of directors to increase compliance. Teaching and training institution in the level of Ministry of Health should supervise hospitals and other health facilities on occupational health and safety in the hospital and total quality management.
Kata Kunci : Kepatuhan,Standar operasional prosedur,Kesehatan dan keselamatan kerja,Rumah sakit, compliance, standard operational procedure, occupational health and safety, Hospital