Dukungan penolong persalinan dalam inisiasi menyusi dini dengan pola menyusu eksklusif sampai bayi umur empat bulan di Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat
BADRIAH, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Angka kematian bayi di dunia sekitar 4 juta dalam setiap tahunnya dan banyak terjadi di negara berkembang, di Indonesia anak yang pernah disusui pada umur 0-5 bulan 42,8%. Jawa barat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mencapai 77%, di Kuningan 32,4% mendapat AS! eksklusif, untuk menurunkan angka mortalitas dengan promosi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan Penelitian; untuk mengetahui hubungan dukungan penolong persalinan oleh bidan dalam inisiasi menyusu dini dengan pola menyusu eksklusif sampai bayi umur 4 bulan. Metoda; Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan kohort prospektif, dilengkapi penelitian kualitatif. Sampel sebanyak 88 orang ibu dan bayi baru lahir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis bivariabel menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan penolong persalinan dengan pola menyusu eksklusif (RR=1,4: 95% CI=1,01-203), dimana ibu yang mendapat dukungan tebih besar memberikan ASI eksklusif dibandingkan yang tidak mendapat dukungan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pola menyusu eksklusif. Ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pola menyusu eksklusif (RR =1,6; 95% CI=1,16-2,17), dimana ibu yang tidak bekerja mempunyai kesempatan lebih besar memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan yang bekerja. Hasil analisis Multivariabel dengan permodelan menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara dukungan penolong persalinan. pengetahuan ibu, pekerjaan dengan pola menyusu eksklusif, dan pekerjaan memberikan kontribusi sebesar 11%. Kesimpulan; Pola menyusu eksklusif lebih banyak terjadi pada ibu yang mendapat dukungan dibandingkan dengan yang tidak mendapat dukungan inisiasi menyusu dini. Pengetahuan yang tinggi lebih besar memberikan ASI eksklusif, ibu yang tidak bekerja mempunyai kesempatan lebih besar untuk menyusui eksklusif.
Background: Infant mortality rate in the world is 4 million a year and this mostly happens in the developing countries. In Indonesia 42.8% of infants are breastfed at 0 - 5 months old. In West Java 77% of childbirths are assisted by health professionals. In Kuningan 32.4% of infants get exclusive breastfeeding. To minimize infant mortality rate it is necessary to promote early breastfeeding and exclusive breastfeeding. Objective: To identify the relationship between support of midwives in the initiation of early breastfeeding and exclusive breastfeeding to four months. Method: This was a quantitative study Prospective cohort design with qualitative study. There were as many as 88 samples of mothers and newborn infants. Data were obtained through questionnaire and interview. Data analysis used chi square and logistic regression. Result: The result of bivariable analysis showed that there was significant relationship between support of childbirth assistants and exclusive breastfeeding pattern (RR=1.4; 95% CI=1.01 - 203), whereby mothers with greater support gave exclusive breastfeeding than those without support. There was significant relationship between knowledge of mothers and exclusive breastfeeding pattern. There was significant relationship between occupation and exclusive breastfeeding pattern (RR=1.6: 95% CI=1.6 - 2.17) whereby non working mothers had greater opportunity for giving exclusive breastfeeding than those who worked. The result of multivariable analysis with modelling showed that there was significant relationship between support of childbirth assistants, knowledge of mothers, and occupation and exclusive breastfeeding pattern. Occupation contributed as much as 11%. Conclusion: Exclusive breastfeeding pattern more often happened to mothers who got support in early breastfeeding than those who did not. Greater knowledge and non working mothers had more practice and opportunity for exclusive breastfeeding.
Kata Kunci : Dukungan penolong persalinan,Inisiasi menyusu dini,ASI eksklusif