Hubungan citra tubuh dengan kejadian anemia pada remaja di Kabupaten Purworejo
MASITA, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang; Pada masa remaja terjadi perubahan bentuk tubuh yang disertai dengan kematangan organ seksual yaitu mulai menstruasi dan pembesaran payudara. Proses pertumbuhan ini akan berpengaruh terhadap kebutuhan zat gizi, salah satu masalah gizi pada remaja adalah anemia defisiensi best. Anemia pada remaja disebabkan karena kurangnya asupan zat gizi dan perilaku makan yang tidak sehat. Citra tubuh {Body Image) yang negatif dan persepsi tentang ideal tubuh yang salah pada remaja akan mempengaruhi perilaku makan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan kejadlan anemia pada remaja di Kabupaten Pun/vorejo. Metode; Rancangan penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel sebanyak 152 siswi merupakan remaja putri SMKN 3 dan SMAN 6 di Kabupaten Purworejo. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tertutup dan wawancara mendalam. Anallsis data terdiri dari analisis univariabel, bivariabel menggunakan analisis chi-square dan multivariabel menggunakan binomial regresl. Hasil: Analisis multivariabel menunjukkan hubungan yang bermakna antara citra tubuh dengan kejadlan anemia (RP=1,6; 95% CI=1.11-2,35). Perilaku makan yang tidak sehat mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadlan anemia (RP=2.9; 95% 01=1,65-5,22). Lama menstruasi mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadlan anemia (RP=1,6; 95% 01=1,24-2,06). Status ekonomi keluarga yang miskin mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadlan anemia (RP=1,9; 95% 01=1,38-2,75). Hasil analisis kualitatif menunjukkan adanya persepsi yang salah dan adanya kebiasaan makan dalam keluarga yang menyebabkan remaja kurang mengkonsumsi protein jenis hewani yang merupakan sumber zat besi. Kesimpulan: Oitra tubuh, perilaku makan, lama menstruasi dan status ekonomi keluarga memiliki hubungan terhadap kejadian anemia pada remaja. Kata kunci: Citra tubuh, perilaku makan, anemia remaja.
Background; Adolescents experience physical changes marked by, amongst others, signs of sexual maturity (e.g. initiation of menstruation and enlargement of breast). These growth will affect nutritional needs. However, one of nutritional problems is iron-deficiency anemia. Anemia in adolescents is caused by lack of nutritional intake and unhealthy eating behavior. Negative body image and wrong perception on an ideal body among adolescents will influence adolescents' eating behavior. Objective: To study the relationship between body image and the incidence of anemic adolescents in Purworejo District. Method; This was a cross-sectional study design with qualitative and quantitative approach. Samples were 152 female students of SMKN 3 and SMAN 6 in Purworejo District. Data were collected through closed interview and in-dept interview on four informants. Data were analyzed with univariable analysis using frequency distribution, bivariable analysis using chi-square, and multivariable analysis using binomial regression. Results: Multivariable analysis showed that was a significant relationship between body image and anemia (RP=1.6; 95% 01=1,11-2,35). Unhealthy eating behavior was significantly related to anemia (RP=2,9; 95% 01=1,65- 5,22). The length of menstruation was significantly related to anemia (RP=1,6: 95% 01=1,24-2,06). Lower family income was significantly related to anemia (RP=1,9; 95% 01=1,38-2,75). Meanwhile, results of qualitative analysis showed that wrong perception and family food habit is caused by lack of protein intake and iron intake in adolescents. Ooncluslon: Body image, eating behavior, length of menstruation, and family income were related to the incidence of anemia among adolescents. Keywords: Body image, eating behavior, anemic adolescents
Kata Kunci : Citra tubuh,Perilaku makan,Anemia remaja