Hubungan antara aktivitas fisik pada wanita hamil dan kejadian lahir mati di Kabupaten Purworejo
REY, Berounly Star, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatPenyebab langsung lahir mati adalah asfiksia, trauma, komplikasi kehamilan, penyakit pada wanita hamil, malformasi kongenital, dan penyebab yang tidak diketahui. Sedangkan faktor-faktor yang mendasari kejadian lahir mati di negara berkembang yaitu rendahnya status kesehatan dan tidak adekuatnya kesehatan pada wanita hamil. Salah satu risiko yang mempengaruhi kejadian lahir mati adalah bekerja dengan aktivitas fisik berat selama kehamilan. Pada tahun 2007 angka lahir mati di Kabupaten Purworejo masih cukup tinggi, yaitu sebesar 13,7 per 1000 kelahiran total. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara aktivitas fisik berat pada wanita hamil dengan kejadian lahir mati. Metode : Penelitian observasional dengan rangcangan kasus-kontrol berpasangan (matched case-control study) dalam hal paritas. Subjek penelitian adalah 45 wanita yang telah melahirkan bayi mati (kasus) dan 45 wanita melahirkan bayi hidup (kontrol) antara bulan Januari sampai Desember 2007. Pengambilan sampel dengan cara quota sampling. Analisis data kuantitatif terdiri dari analisis univariabel menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariabel menggunakan uji chi-square (x2 ) menurut McNemar, serta analisis multivariabel menggunakan regresi logistik kondisional (conditionallogistik regression). · Hasil : Analisis multivariabel menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik berat dengan kejadian lahir mati (p = 0,046), OR= 3,7 (95%CI: 1,02-13, 14). Faktor risiko lain yang mempengaruhi kejadian lahir mati adalah status gizi kurang atau kekurangan energi kronis (KEK). Hal ini ditunjukkan dengan p = 0,016 dan OR = 5,7 (95%CI: 1,37- 23,79). Kesimpulan : Aktivitas fisik berat pada wanita hamil merupakan faktor risiko terhadap kejadian lahir mati di Kabupaten Purworejo. Kata kunci : Lahir mati, wanita hamil, aktivitas fisik berat.
The direct causes of stillbirth are, among others, asphyxias, traumas, pregnancy complications, diseases that infect pregnant women, congenital malformation, and some unknown causes. Meanwhile, factors of the incidence of stillbirth in developing countries are pregnant women's poor and inadequate health status. However, one risk factor that affects the incidence of stillbirth is heavy physical activities during pregnancy. In fact, in 2007 the stillbirth rate in Purworejo District reached 13.7 per 1000 births, and it was considered high. Objective: To study the relationship between heavy physical activities during pregnancy and the incidence of stillbirth. Method: This was an observational study with parity matched case-control study design. Study subject was 45 women with a stillbirth (case) and 45 women with a live birth (control) between January to December 2007. Sample was collected with quota sampling. Quantitative data analyses used univariable analysis with frequency distribution, bivariable analysis with chisquare (x2) test according to McNemar, and multivariable analysis with conditional logistic regression. Results: Based on multivariable analysis, there was a significant relationship between heavy physical activities and the incidence of stillbirth (p = 0.046), OR = 3.7 (95%CI: 1.02-13.14). Meanwhile, other factors affecting the incidence of stillbirth were poor nutritional status and chronic energy deficiency (p = 0.016), OR= 5.7 (95%CI : 1.37-23.79). Conclusion: Heavy physical activities in pregnant women are a risk factor toward the incidence of stillbirth in Purworejo District. Keywords: Stillbirth, pregnant women, heavy physical activities
Kata Kunci : Lahir mati,Wanita hamil,Aktivitas fisik berat