Laporkan Masalah

Hubungan persepsi orang tua-wali tentang tuberkulosis dengan upaya mencari pengobatan pada anak di Kabupaten Purworejo

KHODIJAH, Dodoh, Prof. dr. Djaswadi D, MPH, SpOG(K), Ph.D

2008 | Tesis | S2

Tuberkulosis (TB) anak di Indonesia tahun 2002 sebesar 0-14% dan Kasus TB anak di Kabupaten Purworejo pada tahun 2007 sebesar 27%. Tingginya TB anak dapat dipertimbangkan adanya penularan yang sedang berlangsung di masyarakat, TB anak apabila tidak diobati maka akan menimbulkan komplikasi diantaranya berupa TB otak yang dapat meninggalkan gejala sisa. Persepsi terhadap bahaya penyakit berperan penting dalam upaya mencari pengobatan. Tujuan: Untuk meningkatkan persepsi masyarakat di Kabupaten Purworejo tentang TB sehingga cakupan penemuan kasus baru TB dapat meningkat. Metode Penelitian: Rancangari penelitian cross sectional dengari pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel sebanyak 146 orang merupakan orang tua/wali yang mempunyai anak 0-14 tahun di Kabupaten Purworejo. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tertutup dan wawancara . mendalam. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji Chi Square dan binomial regresi serta analisis data kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil: Analisis multivariabel menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi tentang TB dengan upaya mencari pengobatan (RP=1 ,3; 95% Cl=1,04-1 ,55). Pendidikan tinggi dan pengetahuan tinggi mempunyai hubungan yang bermakna dengan upaya mencari pengobatan baik (RP=1,4; 95% Cl=1,07-1,51 ; RP=1 ,3; 95% Cl=1 ,04-1,71) dan bukan seoagai variaoel pengganggu, seoangkan vanaoel umur, ekonomi keluarga, sumber informasi dan motivasi tidak mempunyai hubungan yang bermakna. Hasil analisis kualitatif ditemukan bahwa TB mempunyai tingkat keparahan yang tinggi dibandingkan vlek. Kesimpulan: Persepsi tentang TB, pendidikan dan pengetahuan mempunyai hubungan yang bermakna terhadap upaya mencari pengobatan TB anak. Kata Kunci: Persepsi, tuberkulosis anak, upaya mencari pengobatan.

Tuberculosis (TB) rate among children in Indonesia in 2002 was 0-14%. Meanwhile, in 2007, the case of TB among children in Purworejo District was 27%. The high incidence of TB among children must take into consideration the transmisstion in community due to the fact that if TB is not cured well, it may lead to complications such as meningitis that frequently has squele symptoms. Perception toward the danger of disease plays an important role in health seeking behavior. Objective: To improve the community's perception about TB in Purworejo District to increase the coverage of new case finding. Method: This was a cross sectional study design with quantitative and qualitative study. Samples were 146 persons who had children 0-14 years of age in Purworejo District. Data were collected through closed questionnaire and indepth interview. Data were then analyzed with chi square test and binomial regression. Meanwhile, qualitative data were analyzed using content analysis. Results: Multivariable analysis showed that the perception about TB was significantly related to health seeking behavior (RP=1 .3; 95% Cl=1 .04-1.55). Higher Educational and high knowledge level were significantly related to health seeking behavior (RP=1.4; 95% Cl=1 .07-1.51 ; RP=1.3; 95% Cl=1.04-1.71), education and knowledge were not a confounding factor. Meanwhile, age, family income, information source and motivation did not have a significant relationship with health seeking behavior. Meanwhile, results of qualitative analysis showed that TB had a greater severity than vleck. Conclusion: Perception about TB, education and knowledge had a significant relationship with health seeking behavior for children. Keywords: Perception, child tuberculosis, health seeking behavior.

Kata Kunci : Persepsi,Tuberkulosis pada anak,Upaya mencari pengobatan

  1. S2-FKU-2008-Dodoh_Khodijah-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-FKU-2008-Dodoh_Khodijah-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-FKU-2008-Dodoh_Khodijah-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-FKU-2008-Dodoh_Khodijah-TITLE.pdf