Laporkan Masalah

Hubungan antara status sosial dan struktur keluarga dengan perilaku seksual remaja SMU di Kota Yogyakarta

SAFIRA, Fina, Prof. dr. M.Hakimi, SpOG(K), PhD

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang; Perubahan sosiai yang cepat yang membawa perubahan nilai-nilai kehidupan yang materialistik juga berdampak pada struktur keluarga yang berakibat rendahnya pengawasan orangtua kepada anak yang akhirnya dapat berdampak pada perilaku anak khususnya perilaku seksual remaja. Poia pergaulan semakin bebas dan didukung oleh fasilitas yang memungkinkan remaja melakukan aktivitas seksual, bahkan berlanjut pada hubungan seksual di Juar nikah. Berdasarkan peneiitian sahabat remaja PKBI DIY tahun 1998-1999, diketahui terdapat 26% dari 359 remaja yang mengaku telah melakukan hubungan seksual. Timbulnya masalah perilaku seksual di kalangan remaja banyak faktor yang berpengaruh salah satunya adalah status sosia! dan struktur dari keluarga remaja tersebut. Tujuan Peneiitian; Untuk mengetahui hubungan antara status sosiai dan struktur keluarga dengan perilaku seksual remaja. Metode Peneiitian: Peneiitian observasicnal analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Subjek peneiitian adalah remaja 2 sekolah negeri (A dan B) dan 1 sekolah kejuruan (C) di Kota Yogyakarta dengan jumlah sampel 333 remaja. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase, analisis bivariat dengan menggunakan chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Remaja dengan pendidikan orangtua rendah mempunyai perilaku seksual risiko tinggi dibandingkan dengan remaja dengan pendidikan orangtua tinggi (RP=2,1; CI95%= 1,06-4,52 ) dan remaja dengan struktur keluarga tidak lengkap mempunyai perilaku seksual risiko tinggi dibandingkan dengan remaja dengan struktur keluarga lengkap ( RP= 1,3; Cl 95%= 1,06-1,79). Faktor lain yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah pengawasan orangtua yang kurang ( RP= 2,6; Cl 95%= 1,84- 3,74), sedangkan pengeluaran keluarga dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan perilaku seksual remaja. Kesimpulan: Pendidikan orangtua yang rendah dan struktur keluarga yang tidak lengkap berpengaruh pada perilaku seksual remaja, struktur keluarga akan mempengaruhi perilaku seksual risiko tinggi pada remaja bita pengawasan orangtua yang kurang baik.

Background: Rapid social changes that bring changes in materialistic values also affect family structure as a consequence of loose control of parents and finally affect sexual behavior of teenagers. Free association pattern supported with facilities enable teenagers to have pre marital sexual relationship. The result of a study earned out by teenagers' friend Indonesian Family Planning Association of Yogyakarta Special Territory 1998 - 1999 indicated that 26% out of 359 teenagers acknowledged that they had sexual intercourse. Many factors affect problems of sexual behavior, among others are social status and family structure of teenagers. Objective: To identify the relationship between social status and family structure and sexual behavior of teenagers. Method: This analytic observational study used cross sectional design and quantitative approach. Subject of the study were teenagers of 2 public senior high schools and 1 vocational high school at Yogyakarta Municipality with as many as 333 teenagers. Data analysis used univariable with frequency distribution table and percentage, bivariable with chi square test and multivariable with logistic regression. Result: Teenagers whose parents were of low education had high risk sexual behavior than those whose parents were of high education (RP=2.1; CI95%=1.06 - 4.62) and teenagers with incomplete family structure had higher risk sexual behavior than those with complete family structure (RP=1.3; CI95%=1.06 - 1.79). Another factor related to sexual behavior of teenagers was loose control of parents (RP=2.6; CI95%= 1.84 - 3.74). Family expenses and sex had no significant relationship with sexual behavior of teenagers. Conclusion: Low education of parents and incomplete family structure affected sexual behavior of teenagers; moreover when control of parents was limited/loose.

Kata Kunci : Status sosial,Struktur keluarga,Perilaku seksual remaja

  1. S2-FKU-2008-Fina_Safira-Abstract.pdf  
  2. S2-FKU-2008-Fina_Safira-Bibliography.pdf  
  3. S2-FKU-2008-Fina_Safira-TableofContent.pdf  
  4. S2-FKU-2008-Fina_Safira-Title.pdf