Hubungan usia ibu dengan gejala postpartum blues di wilayah Kota Tasikmalaya
MARDIAH, Siti Saadah, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang masalah : Postpartum blues adalah suatu sindroma gangguan mental nngan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan, Sebanyak 48% dari Ibu muda mengalami gejala-geiala postpartum blues dibandingkan dengan 13% dari ibu yang telah dewasa. Insiden postpartum blues 60-80%. Postpartum blues terjadl pada wanita telah melahirkan. Apabila postpartum blues tidak dapat diatasi akan berkembang menjadi depresi postpartum. Gangguan kejiwaan yang berat setelah melahirkan dapat menlngkatkan risiko bunuh diri sampal 70 kali dibandingkan karena penyebab lain terutama pada tahun pertama setelah persalinan. Tujuan umum : untuk mengetahui hubungan antara usia ibu nifas dengan gejala postpartum blues. Metode : Jenis peneiitian yang dilaksanakan adalah observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional study) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Popuiasi dalam peneiitian ini adalah semua Ibu yang sudah melahlrkan normal di Rumah Bersalin (RB), Bidan Praktek swasta (BPS) yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya. Besar sampel ; 175 orang dan 4 orang indepth interview. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Edinburgh Postnatal Depressive Syndrome (EPOS). Analisis data menggunakan chi-square dan analisis binomial regresl. Hasil: Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara bermakna dengan gejala postpartum blues adalah 1) variabel usia, 2) variabel pendidikan , 3) variabel dukungan sosial. Variabel pendidikan sebagai variabel pengganggu/ confounding dan variabel dukungan sosial berhubungan secara bermakna dengan gejala postpartum blues. Kejadian postpartum blues pada ibu nifes dengan usia kurang dari atau sama dengan 20 tahun lebih tinggi dibandingkan ibu nifes dengan usia lebih dari 20 tahun. Kesimpulan ; Usia ibu nifas yang banyak mengalami gejala postpartum blues adalah usia kurang dari atau sama dengan 20 tahun dan usia tersebut berpeluang lebih besar meningkatkan gejala postpartum blues. Kata kunci: Postpartum blues, usia ibu nifas.
Background: Postpartum blues is a mild mental disorder sindrome that frequenly occurs in the first week after childbirth. Forty eight percent of younger pregnant women experience the symptoms of postpartum blues compared to 13% of older pregnant women. The incidence of post partum blues is about 60-80% and it occurs in postpartum women. If this case is not treated well, it can be developed to become depressive post partum. Postpartum severe mental disorders can likely increase a risk of committing suicides 70 times great r than other causes particularly in the first year after childbirth. Objective: To study the relationship between the age of postpartum women and symptoms of postpartum blues. Method: This was an observational study with a cross-sectional study design and a quantitative approach. Data were collected through indepth interviews. The population was all women having delivered babies in maternity clinic, midwives' private practice, and community health centers in Tasikmalaya municipality. Samples were 175 women & 4 indepth interviews.. The instrument employed Edinburgh Postnatal Depressive Syndrome (EPDS). Data were analyzed with chi-square test and binary regression. Results: Multivahable analysis showed that variables that were significantly related to the prevalence of post partum blues were age, education and social supports. Meanwhile, multivahable analysis showed that education as a confounding variable and social supports were significantly related to the postpartum blues symptom. Conclusion: Postpartum women who experienced more symptoms of postpartum blues were at age of < 20 and postpartum women in that age were at a greater risk to present postpartum blues. Keywords: Postpartum blues, age of postpartum women.
Kata Kunci : Postpartum blues,Usia ibu nifas