Hubungan obesitas dengan kualitas hidup remaja pada siswa SMP di Kota Yogyakarta
MULIDIAH, dr. Ova Emilia, SpOG, M.M.Ed, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang; Obesitas merupakan keadaan patologis sebagai akibat dari konsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhan (psychobiological cues for eating). Prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat baik di perkotaan maupun pedesaan. Obesitas meningkatkan risiko kesakitan dan kematian, obesitas menyebabkan keterhambatan fungsi fisik dan psikologis yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan; Untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kualitas hidup remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan disain cross sectional. Sampel adalah siswa SMP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Untuk mendapatkan data tentang obesitas dan tidak obesitas dilakukan pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan). Data kualitas hidup dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan PedsQL Generic Core Scales Versi 4.0- inventori kualitas hidup anak umur 8-18 tahun. Analisis data univariabel menggunakan distribusi frekuensi, bivariabel menggunakan uji one way anova, independent t test dan uji korelasi, multivariabel dengan uji regresi linier ganda. Hasil Penelitian: Prevalensi obesitas pada siswa SMP pada populasi penelitian ini adalah 13.54%. Rata-rata kualitas hidup remaja yang mengalami obesitas lebih rendah (rata-rata [SD] skor total, 73,05 [7,56]) dibandingkan dengan indeks massa tubuh (IMT) normal, 79,16(10,94), dengan p<0.001. Dibandingkan dengan IMT normal dan overweight, ratarata kualitas hidup remaja yang mengalami obesitas lebih rendah baik pada fungsi fisik maupun fungsi psikososial (emosional, sosial dan fungsi sekotah). Faktor lain yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah umur (p=0,004) dan jenis kelamin (p=0,008) Keslmpulan: Rata-rata kualitas hidup remaja yang mengalami obesitas lebih rendah daripada remaja yang tidak mengalami obesitas. Rata-rata kualitas hidup semakin rendah dengan bertambahnya usia remaja dan perempuan mempunyai rata-rata kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.
Background: Obesity is a pathologic condition as a result of psychobiological cues for eating. The prevalence of obesity in Indonesia is also increasing both in urban and rural areas. Obesity increases risks of mortality and morbidity as well as hampers the physical and psychological functions that have impacts in the quality of life. Objective: To study the relationship between obesity and the quality of adolescents' life. Method: This study used a cross-sectional study design. Samples were junior high school students that met inclusion and exclusion criteria. Anthropometric measurement was employed to find out data about obesity and non obesity. Data on the quality of life were collected through questionnaires using PedsQL Generic Core Scales version 4.0 - inventory of the quality of life of children and adolescents aged 8-18 years old. Data were analyzed with univariable analysis using frequency distribution, bivariable analysis using one way anova test, independent t test and correlation test, multivariable analysis with multiple linier regression. Results: The prevalence of obesity among junior high school students in this population research was 13.54%. The mean of the quality of obese adolescents' life was lower (mean [SD] total score, 73.05 [7.56]) than normal body mass index (BMI), 79.16(10.94), with p < 0.001. Compared to normal BMI and overweight, the mean of the quality of obese adolescents' life was lower in both physical and psychosocial functions (emotion, social, and school function). Other factors that were related to the quality of life were age (p = 0.004) and sex (p = 0.008). Conclusion: Mean of obese adolescents' life quality was lower than that of non obese adolescents' life quality. Meanwhile, the increasing of age resulted in the lower quality of life. The mean of female adolescents' life quality was lower than that of male adolescents' life quality.
Kata Kunci : Obesitas, Remaja, Kualitas hidup