Hubungan durasi pemberian asi ibu bekerja terhadap kejadian ispa pada anak baduta (bawah dua tahun) di Kecamatan Bambanglipuro-Bantul
ADHANIA R, Astried, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatSDKI 2002-2003 menunjukkan hanya 7,8% bayi yang memperoleh ASI pada 6-7 bulan. Pada tahun 2006 prevalensi penyakit !SPA di Bantu! sebesar 76,17% dari total jumlah penduduk. Promosi Pemberian ASI merupakan prioritas global yang telah disepakati, tapi sulit bagi ibu-ibu yang bekerja di luar rumah untuk melanjutkan pemberian ASI. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara durasi pemberian ASI pada ibu bekerja dengan kejadian ISPA pada anak baduta (bawah dua tahun). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional, pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk melengkapi hasil penelitian kuantitatif dengan mencari case studies. Subyek penelitian adalah anak usia 0-2 tahun di Kecamatan Bambanglipuro (Kabupaten Bantul-0.1. Yogyakarta). Jumlah sampel sebanyak 81 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan adalah: bivariat menggunakan Chi-Square dan multivariabel menggunakan regresi logistik pada tingkat kemaknaan p<0,05. HasH: Angka prevalensi ISPA pada penelitian ini sebesar 44,4%. Analisis bivariabel menunjukkan bahwa durasi pemberian ASI ibu bekerja pada usia 0-3 bulan signifikan terhadap kejadian !SPA pada anak baduta (RP= 0,5; Cl 95%= 0,24-0,87). Berat lahir (RP= 1,6; p= 0,155) dan pemberian MPASI pada usia ~6 bulan (RP= 2,0; p= 0,081) secara praktis signifikan terhadap kejadian ISPA pada anak usia 0-24 bulan. Jumlah balita yang tinggal bersama anak dalam satu rumah, tingkat pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan status perokok pasif tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian !SPA pada anak usia 0-24 bulan (p>0,05). Kesimpulan: Durasi pemberian ASI 0-3 bulan pada ibu beke~a berhubungan dengan kejadian !SPA pada anak usia 0-2 tahun. Berat lahir rendah bersamaan dengan pemberian MPASI pada usia ~6 bulan berkontribusi terhadap kejadian ISPA. Variabel iuar lainnya dalam penelitian ini tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia 0- 24 buian. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya penelitianpenelitian selanjutnya dengan sampel yang lebih besar dan eksplorasi faktor-faktor lainnya. Kata kunci: Durasi pemberian AS/, Baduta, lbu bekerja, /SPA
Based on 2002-2003 Indonesian Demographic and Health Survey, only 7.8% infants are breastfed for 6-7 months. Breastfeeding promotion has become the global policy, but it is hard for working mothers to keep continuing breastfeeding. In 2006, Acute Respiratory Infection (ARI) has become the highest prevalence disease in the Bantul District (76, 17% from the total population). Objective: To identify the relationship between working mother's breastfeeding duration and ARI incidence among under-2. Method: This was a rapid-survey which used cross-sectional design, with both quantitative and qualitative approaches. Qualitative approaches was held to complemented quantitative study results. Subjects were children 0- 2 years old in Bambanglipuro Subdistrict (Bantu! District-D.I.Yogyakarta). Sample size of this study was 81 children. Data were obtained through questionnaire and indepth interview, processed using chi square and logistic regression at significance level p<0.05. Result: ARI prevalence was 44.4%. Working mother's breastfeeding 0-3 months duration significantly affect ARI incidence among under-2 (RP= 0,5; Cl 95%= 0,24-0,87). Birth weight (RP= 1.6; p= 0.155) and complementary feeding before 6 months of children age (RP= 2.0; p= 0.081) were practically significant to ARI. Number of under-5 that lived together with the subjects in a house, maternal education level, family economic status, and passive smoker status variables were not significant with ARt incidences. Conclusions: Working mother's breastfeeding 0-3 months duration did significantly affect ARI incidence among under-2. Only low birth weight together with complementary feeding before 6 months of children age contributes to ARI incidence. No relationship between extraneous variables to ARI incidence among under-2. These findings indicates the need of further studies with bigger sample size and other unmeasured factors exploration. Keywords: Breastfeeding duration, Under-2, Working mothers, ARI
Kata Kunci : Durasi pemberian ASI,Baduta,Ibu bekerja,ISPA