Laporkan Masalah

Konsekuensi prefinancing pada akuntansi aset tetap :: Studi kasus pembangunan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Gorontalo

TENTENG, Muhammad Nasir, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi konsekuensi-konsekuensi prefinancing terhadap pengakuan dan pengukuran, dan penyajian aset tetap serta hutang pada neraca pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai dampak pembangunan kantor Gubernur dan kantor DPRD Provinsi Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus, dan obyek penelitiannya adalah pembangunan sarana dan prasarana kantor Gubernur dan kantor DPRD Provinsi Gorontalo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan, penelitian lapangan, dan penelitian dokumen. Konsekuensi prefinancing pembangunan sarana dan prasarana kantor Gubernur dan kantor DPRD Provinsi Gorontalo terhadap pengakuan dan pengukuran, dan penyajiannya di neraca adalah; (1) akun konstruksi dalam pengerjaan pada kelompok aset tetap dicatat dan disajikan sebesar biaya perolehan yaitu sebesar nilai fisik bangunan yang sudah diselesaikan oleh kontraktor yang dibuktikan dengan berita acara penyelesaian pekerjaan, (2) akun gedung dan bangunan dicatat dan disajikan sebesar biaya perolehan sebesar Rp55.772.000.000,00 pada saat pembangunan gedung kantor Gubernur dan kantor DPRD Provinsi Gorontalo sudah selesai dan siap digunakan, (3) akun utang jangka pendek lainnya pada kelompok kewajiban harus dicatat dan disajikan dalam neraca tahun 2003 sebesar Rp9.990.000.000,00, tahun 2004 sebesar Rp14.975.000.000,00, tahun 2005 sebesar Rp25.772.000.000,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset tetap konstruksi dalam pengerjaan yang disajikan pada neraca tidak menunjukkan nilai aset yang sesungguhnya. Demikian juga dengan utang jangka pendek lainnya pada kelompok kewajiban tidak menunjukkan nilai utang yang sesungguhnya pada neraca tahun 2003 dan tahun 2004. Konstruksi dalam pengerjaan dicatat sebesar pembayaran per termin bukan dari nilai fisik bangunan yang telah diselesaikan oleh kontraktor. Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak mencatat adanya utang jangka pendek lainnya pada tahun 2003 sebesar Rp9.990.000.000,00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.975.000.000,00. Utang jangka pendek lainnya nanti diakui pada tahun 2005 sebesar Rp25.772.000.000,00.

The aim of this research is to identify consequences of prefinancing on measurement, recognition, and reporting fixed asset and debt on balance sheet of Gorontalo Province as impact the development of Governor office and legislative office. This research is descriptive research with case study method. The object of this research is development of Governor office and legislative office. Data collecting have obtained of library research, field research, and document research. The prefinancing consequences of developing Governor and DPRD’s office toward the measurement, recognition, and reporting on balance sheet are: (1) Construction in Process account measurement, recognition, and reporting as much as landed cost, which is the value physical building done by the contractor and has been proved with an official report, (2) Building account measurement, recognition, and reporting with landed cost Rp55.772.000.000,00 when the offices are ready to use, (3) Other Short Term Debt must recognition and reporting on balance sheet of 2003 Rp9.900.000.000,00, balance sheet of 2004 Rp14.975.000.000,00, balance sheet of 2005 Rp25.782.000.000,00. The result of this research shows that Construction in Process as fixed asset that reporting on balance sheet doesn’t show the actual value of asset. Likewise the Other Short Term Debt also does’t show the real debt in the 2003 and 2004 balance sheets. The Construction in Process measurement, recognition, and reporting as much as payment per term, not from the physical building value done by the contractor. The Gorontalo Province government doesn’t recognition the Other Short Term Debt in the year of 2003 Rp9.900.000.000,00 and in the year 2004 Rp14.975.000.000,00. The Other Short Term Debt would be recognized in 2005 Rp25.772.000.000,00.

Kata Kunci : Prefinancing,Konstruksi dalam pengerjaan,Gedung dan bangunan,Hutang,Prefinancing,Construction in Process,Building,Debt.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.