Analisis tingkat kapitalisasi pondok wisata di kawasan lereng Gunung Merapi Kabupaten Sleman Jogjakarta
AIN, Hurul, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menghitung rata-rata tingkat kapitalisasi keseluruhan dan membuktikan adanya hasil perbedaan rata-rata tingkat kapitalisasi properti Pondok Wisata masing-masing wilayah di kawasan lereng Gunung Merapi Kabupaten Sleman Jogjakarta. Tujuan kedua adalah untuk mengkaji perbedaan pendapatan dari perhitungan sewa per tahun pada properti Pondok Wisata di wilayah Barat, Timur dan Selatan. Tujuan ketiga untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi nilai sewa, sebagai komponen pembentuk tingkat kapitalisasi. Jumlah sampel penelitian sebanyak 90 sampel, terbagi pada 23 di wilayah Kaliurang Selatan, 22 di wilayah Kaliurang Timur, dan 45 di wilayah Kaliurang Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara multistage sampling. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif, uji t, dan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata (mean) tingkat kapitalisasi pondok wisata di kawasan lereng gunung Merapi Yogjakarta di seluruh wilayah penelitian adalah 3,146 persen. Secara berurutan dari yang terendah hingga tertinggi rata-rata tingkat kapitalisasinya adalah wilayah Selatan (2,97 persen), Timur (3,118 persen), dan Barat (3,249 persen). Hasil uji beda tingkat kapitalisasi pondok wisata antar wilayah, menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara wilayah Barat, Selatan, dan Timur. Berdasarkan uji F menunjukkan bahwa semua variabel independen yang terdiri dari luas tanah, luas bangunan, umur bangunan, jumlah kamar, dan fasilitas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap sewa per tahun pondok wisata di kawasan lereng gunung Merapi Jogjakarta. Hasil uji R2 menunjukkan variasi pendapatan sewa pondok wisata dapat dijelaskan oleh variasi luas tanah, luas bangunan, umur bangunan, jumlah kamar, dan fasilitas sebesar 81,35 persen. Berdasarkan hasil uji signifikansi secara individual, menunjukkan bahwa luas tanah, luas bangunan, umur bangunan berpengaruh signifikan secara statistik terhadap pendapatan pondok wisata; sedangkan variabel jumlah kamar dan dummy untuk fasilitas televisi tidak berpengaruh signifikan.
The aim of this research was to determined mean of capitalization. The second aim of this research was to find the difference of capitalization tour property in each region in Merapi Sleman Regency. The third aim of this research was to find to analysis factors influencing value rent as component of capitalization tour property. The sample of this research is 90 samples; consist of 23 samples in South Kaliurang region, 22 samples in East Kaliurang region, and 45 samples in West Kaliurang region. Data collecting was done by multistage sampling. Data analyze of this research used descriptive analysis, t test, and regression analysis. The finding of this research shown that mean of capitalization tour property in Sleman Regency is 3,146 percent. Mean of capitalization tour property in South, East, and West region are 2,97 percent; 3,118 percent; 3,249 percent respectively. Analysis used t test shown that no difference capitalization tour property significantly between South, East, and West region. The result of test R2 shown variation of rent earned explained by variation wide of land, wide of building, building age, number of room, and facility equal to 81,35 percent. The result of significance test individually, indicating that wide of land; wide of building, building age have an effect on significant statistically; while variable number of room and dummy of facility not significantly.
Kata Kunci : Kapitalisasi,Pondok wisata,Niali sewa