Analisis peranan sektor industri pengolahan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2006 pendekatan input-output
NATRATILOVA, Rumilah, Prof. Dr. Iswardono S. Permono, M.A
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanProses pembangunan tidak terlepas dari transformasi struktural, salah satu cirinya adalah meningkatnya peran sektor industri pengolahan. Sumbangan terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam perekonomian Jawa Tengah berasal dari sektor industri pengolahan, yaitu sebesar 31,98 persen. Sektor industri pengolahan menjadi sektor andalan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhannya pada tahun 2006 sebesar 4,52 persen jauh dibawah pertumbuhan ekonomi regional Provinsi Jawa Tengah maupun pertumbuhan ekonomi nasional. Penyerapan tenaga kerja sektor industri pengolahan merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dalam perekonomian Provinsi Jawa Tengah yang berhubungan dengan kontribusi, pertumbuhan, dan penyerapan tenaga kerja sektor industri pengolahan tahun 2006. Data yang digunakan adalah Tabel Input-Output Jawa Tengah 2004, PDRB sektoral tahun 2006, PDRB menurut komponen penggunaan tahun 2006, LK PDRB 2006 dan tenaga kerja sektoral tahun 2006. Model yang digunakan adalah model Input-Output dengan melakukan updating matrik koefisien teknologi terlebih dahulu. Alat analisis yang digunakan adalah analisis angka pengganda, analisis keterkaitan, dan analisis hypothetical extraction methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, secara umum subsektorsubsektor industri pengolahan mempunyai angka pengganda output yang tinggi kecuali industri pengilangan minyak, tetapi angka pengganda pendapatan, angka pengganda nilai tambah bruto dan angka pengganda tenaga kerja di sektor industri pengolahan relatif rendah dibanding sektor-sektor lainnya. Kedua, analisis keterkaitan baik ke belakang maupun ke depan, industri pengolahan yang menjadi leading sector dalam perekonomian Jawa Tengah tahun 2006 adalah industri makanan, minuman dan tembakau serta industri pupuk, kimia, dan barang dari karet. Ketiga, berdasarkan analisis hypothetical extraction methods sektor industri pengolahan termasuk industri yang strategis.
Development process cannot be separatedly from structural transformation, characterized by increasing proportion of manufacturing industry sector. This sector had contributed the largest part in Central Java’s economic Gross Domestic Regional Product (GDRP) share, about 31,98 percent. While had became the main supporting sector in economic growth, the growth of manufacturing industry sector is only 4,52 percent, that considered under the rate of regional or national economic growth. In order to reduce unemployment problem, the government seriously attempted to absorb more employment in manufacturing industry sector. This research is aimed to analyze the linkages of manufacturing industry sector to Central Java’s economic growth related with it’s contribution, growth, and employment absorption in 2006. Data used in this research is collected from Central Java’s Input-Output Table of 2004, sectoral GDRP of 2006, GDRP by component usage of 2006, LK-GDRP of 2006 and sectoral employment of 2006. The methods used is Input-Output model conducted by updating technology coefficient matrix first. Analytical tools used is multiplier analysis, linkages analysis and hypothetical extraction methods. The results shows that, first, in commonly manufacturing industry’s subsectors had given high output multiplier, but income multiplier, gross value added multiplier and employment multiplier of this sector is considered lower than the other sectors. Second, based on backward and forward linkages analysis, manufacturing industry sectors that considered as leading sector in Central Java’s 2006 economic growth are food, beverage and tobacco industry, fertilizer, chemical, and rubber industry. Third, based on hypothetical extraction methods, manufacturing industry sector is considered as one of strategic industries.
Kata Kunci : Industri pengolahan,Tabel input,output,Keterkaitan,Angka pengganda,Hypothetical methods,manufacturing industry,input-output table, linkages,multiplier,hypothetical extraction methods