Laporkan Masalah

Penentuan prioritas implementasi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan di Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah tahun 1999-2007

GUNADI, Dr. Catur Sugiyanto, M.A

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk memilih atau menentukan implementasi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan yang paling tepat di Kabupaten Kendal. Untuk memilih atau menentukan prioritas implementasi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan tersebut, diperlukan suatu alat analisis yang disebut Analytical Hierarchy Process (AHP). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari pembagian kuesioner dan wawancara langsung dengan para responden ahli, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku petunjuk atau pedoman umum dan laporan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan yang ada di BAPPEDA, BPMD, Dinas Cipta Karya dan Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Kendal beserta studi pustaka. Dalam analisis dengan AHP, hal yang paling pokok dilakukan adalah pembuatan dekomposisi masalah. Dekomposisi masalah dalam penelitian ini terdiri dari tiga level, yaitu level satu (tujuan utama), level dua (kriteria) dan level tiga (alternatif program). Dalam penelitian ini tujuan utamanya adalah menentukan implementasi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan yang paling tepat, kriterianya adalah pemenuhan kebutuhan dasar, kemandirian, partisipasi aktif dan keberlanjutan program dan alternatif programnya adalah P2KP, PPK, PPIP, Desa MAPAN dan SANIMAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program P2KP merupakan program terbaik yang dipilih oleh responden ahli dengan bobot prioritas global sebesar 0,36 (36 persen). Hasil lainnya menunjukkan bahwa kriteria utama yang menjadi pilihan responden ahli adalah pemenuhan kebutuhan dasar dengan bobot prioritas sebesar 0,33 (33 persen).

This research has an objective of choosing or determining the most appropriate program implementation of Empowerment Based Poverty Alleviation in Kendal Residence. On choosing and determining program implementation priority, researcher used an analytical tool called Analytical Hierarchy Process (AHP). Data used in this research are both primary and secondary data. Primary data were acquired using questioners and field interview to the respondents who are expert in this field. The secondary data are gained from manual instruction books or hand books of some reports in Empowerment Based Poverty Alleviation Program in BAPPEDA, BPMD, Dinas Cipta Karya, Ketahanan Pangan Office, and some other literatures. In the analysis using AHP, the most important activity is on developing problems decomposition. There are three levels in problems decomposition namely first level (main goal), second level (criteria) and third level (program alternatives). On determining the most appropriate program implementation this research uses the criteria which are : basic needs fulfillment, independency, active participation and program sustainability. Mean while, proposed program alternatives are P2KP, PPK, PPIP, Desa MAPAN and SANIMAS. The research results shows that P2KP program was the most appropriate program chosen by the respondents with the global priority weight of 0.36 (36 percent). While the other result is the main criteria that respondents chose “basic needs fulfillment” as the most appropriate one with the priority weight of 0.33 (33 percent).

Kata Kunci : AHP,Tujuan,Kriteria,Alternatif program,goals, criteria,program alternatives


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.