Analisis aksesibilitas spasial untuk mengestimasi probabilitas penyerapan pasar properti rumah sakit di Kota Semarang, 2008
HADIANTO, Arief, Dr. Soeratno, M.Ec
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini membahas aksesibilitas spasial rumah sakit, yaitu derajat kemampuan penduduk untuk memperoleh layanan kesehatan dari rumah sakit yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasio jumlah tempat tidur rumah sakit terhadap jumlah penduduk, aksesibilitas spasial masing-masing kelurahan menuju ke masing-masing rumah sakit di Kota Semarang, probabilitas kunjungan masing-masing rumah sakit di Kota Semarang untuk mengetahui tingkat persaingan antar rumah sakit. Obyek dari penelitian ini adalah delapan rumah sakit umum yang beroperasi di Kota Semarang. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga model. Pertama, rasio jumlah tempat tidur rumah sakit per jumlah penduduk digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan layanan rumah sakit. Kedua, model garvitasi Yoseph Bantock digunakan untuk mengukur aksesibilitas spasial masing-masing kelurahan ke delapan rumah sakit yang beroperasi saat ini, sehingga diketahui wilayah yang aksesibitasnya baik dan wilayah yang kurang. Ketiga, Huff's Probabilistic Model digunakan dalam analisis probabiliias kunjungan masing-masing rumah sakit di Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan rasio jumlah tempat tidur terhadap jumlah penduduk sebesar 78:100.000, sehingga melampaui standar Departemen Kesehatan. Hasil analisis dengan model gravitasi menunjukkan wilayah dengan aksesibilitas baik dan wilayah dengan aksesibilitas kurang. Wilayah dengan aksesibiltas tertinggi adalah Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajah Mungkur, sedangkan wilayah dengan aksesibiltas terendah adalah Kelurahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen. Berdasarkan hasil analisis dengan model probabilitas, diketahui probabilitas kunjungan penduduk terhadap delapan rumah sakit yang terdapat di Kota Semarang adalah RS Bhakti Wira Tamtama (27,55%), RS Panti Wilasa Dr Cipto (17,90%), RS Panti Wilasa Citarum (12,94%), RS Sultan Agung (12,38%), RS Williambooth (8,48%), RS Bayangkara Polda (7,83%), RS Roemani Muhammadiyah (7,38%), dan probabilitas kunjungan terkecil adalah RS Banyumanik (5,54%). Di samping itu juga dapat ditarik kesimpulan adanya kecenderungan orang memilih rumah sakit yang terdekat atau waktu tempuh yang tersingkat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada saat diperlukan.
This research discusses spatial accessibility to hospital, the degree of population ability to accept services from hospitals. The research's objective is to analyze the ratio of hospital beds by the number of population, spatial accessibility between settlement (village) to hospitals in Semarang City and the visiting probability to hospital. The model analysis used in this research is divided into three models. First, Provider to population ratio is used to measure the availability of hospital properties. Secaond, Joseph and Bantock gravity model used to measure spatial accessibility each village to hospital properties. Third, Huff’s probability model used to measure the probability visit of each hospital so it can be known the competition level between the hospital properties.. Result of analysis with method of provider to population ratio, hospital beds to population ratio equal to 78:100.000 (over the standard). Joseph and Bantock gravity model show that there are regions with good accessibility to hospital and there are regions with bad accessibility to hospital. The highest accessibility to hospital is Bendungan Village, at Gajah Mungkur and the lowest accessibility to hospital is Wonoplumbon at Mijen. The visiting probability obtained with probabilistic model are RS Bhakti Wira Tamtama (27,55%), RS Panti Wilasa Dr Cipto (17,90%), RS Panti Wilasa Citarum (12,94%), RS Sultan Agung (12,38%), RS Williambooth (8,48%), RS Bayangkara Polda (7,83%), RS Roemani Muhammadiyah (7,38%), dan the smallest visiting probability is RS Banyumanik (5,54%). Besides, There is another conclusion that people choose the nearest hospital when it is needed.
Kata Kunci : Aksesibilitas spasial,Model probabilitas Huff,Rumah sakit,spatial accessibility,Huff’s Probability Model,hospital