Laporkan Masalah

Nilai ekonomi sumber daya air :: Studi pada Bendung Sungapan di Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah 1999-2006

WIDODO, Wahyu, Prof. Dr. Iswardono Sardjono Permono, M.A

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Air irigasi merupakan sumber daya pertanian yang sangat strategis, karena tidak hanya mempengaruhi produktifitas tetapi juga mempengaruhi spektrum pengusahaan komoditas pertanian. Dengan air irigasi rata-rata biaya total produksi selain sewa tanah menjadi turun, dengan produktifitas yang sama keuntungan petani menjadi lebih besar. Penurunan biaya produksi mengakibatkan lahan pertanian menjadi lebih menguntungkan bagi pemilik lahan karena memperoleh nilai sewa yang lebih tinggi dibandingkan lahan pertanian yang tidak memperoleh air irigasi. Di masa mendatang, seiring dengan pertumbuhan penduduk maka kebutuhan terhadap air irigasi untuk memproduksi pangan (padi) akan terus meningkat. Di sisi lain permintaan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri dan untuk memelihara keberlanjutan fungsi sumber daya air itu sendiri (penggelontoran sungai) semakin meningkat. Efisiensi penggunaan air irigasi dapat ditingkatkan jika apresiasi terhadap nilai ekonomi air irigasi terbentuk dan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam alokasi penggunaan sumber daya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi air irigasi Bendung Sungapan di Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah sehingga dapat diketahui keuntungannya bagi pertanian. Menggunakan Benefit Cost Analysis dengan metode Residual Imputation Analysis. Pengukuran nilai manfaat biaya dilakukan dengan membandingkan manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan. Hasil dari penelitian ini adalah Bendung Sungapan selama periode 1999 – 2006 telah memberikan nilai manfaat atau keuntungan sebesar Rp599.830,25 per hektar per tahun kepada pemilik lahan apabila lahan pertaniannya ditanami padi jenis IR 64. Nilai properti kumulatif Bendung Sungapan untuk tujuan laporan keuangan adalah Rp 102.571.615.504,- (seratus duamilyar lima ratus tujuh puluh satu juta enam ratus lima belas ribu lima ratus empat rupiah)

Irrigation water was exceedingly strategic resources for farm. It not only affected productivity entrepreneurships spectrum of farm commodity as well. With irrigation, average total production cost without land rent diminished. Consequently, with equal productivity then benefit for farmer increased. Diminishing of production cost set off farmland give more benefit for land owners cause thry get land rent higher than farmland that not get enough irrigation. Simultaneously with population growth, water demand for household, industry and to maintain sustainability of water resource function itself (river barrage) more increase. Efficiency of irrigation use can improved of decision making at allocation of that resources. The objective of this reserach is to calculate economic value of irrigation water at Sungapan Dam, Pemalang Regency, Central Java Province in order to get its benefit. This research was used Benefit Cost Anlysis with Residual Imputation Analysis Method. Determination of benefit value designed with comparison benefit and cost project. The result of this research shows Sungapan Dam on period 1999-2006 produce benefit value about Rp599,830.25/hectare/year to land owner if their farmland planted with rice type IR64. Cummuluative property value of Sungapan Dam for financial report purpose is Rp102,571,615,504 (one hundred and two billion five hundred seventy one million six hundred fifteen thousand five hundred four rupiahs).

Kata Kunci : Air irigasi,Manfaat air irigasi,Nilai ekonomi air irigasi,Metode benefit cost analysis,irrigation water,benefit of irrigation water,economic value of irrigation water,benefit cost analysis method


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.