Analisis tingkat kapitalisasi tanah pertanian tebu berdasarkan estimasi nilai sewa tanah di Kabupaten Lampung Utara tahun 2008
SUBECHAN, Prof. Dr. Iswardono S. Permono, M.A
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenilaian tanah pertanian untuk tujuan penggunaan pajak serta tujuan lainnya masih menggunakan pendekatan perbandingan. Metode pendapatan merupakan salah satu alternatif penilaian untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dengan menggunakan estimasi nilai sewa dan nilai jual tanah pertanian. Perhitungan tingkat kapitalisasi dengan menggunakan estimasi data sewa tanah pertanian, berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat lebih memudahkan penerapannya. Data kerat lintang yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan cara pengambilan sampel bertujuan pada tanah pertanian tebu pada dua wilayah penelitian di Kabupaten Lampung Utara. Jumlah sampel data sewa yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 74 sampel, sedangkan data transaksi jual beli sebanyak 62. Data yang dikumpulkan berupa data primer dari hasil penelitian lapangan dan data sekunder yang berasal dari Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu analisis statistik yang digunakan untuk menghitung rata-rata tingkat kapitalisasi dan analisis regresi linier berganda untuk mempelajari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kapitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kapitalisasi tanah pertanian tebu di Kabupaten Lampung Utara sebesar 5,11%. Tingkat kapitalisasi wilayah Sungkai Utara sebesar 4,74% Bunga Mayang sebesar 5,51% Melalui analisis regresi diperoleh bahwa luas tanah, jarak ke pabrik gula serta lebar jalan menuju tanah pertanian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kapitalisasi dengan daya jelas 86,39%.
Assessment on farmlands for tax purpose and another purposes still use the comparison approach. Income approach is one of the alternative assessment approaches that is used to get an accurate result which use estimation rent value and farmland price. Capitalization rate’s calculation based on farmland rent estimation ~depends on factors that influence it~ can be more easy to apply. Cross section data is used in this research. Data collection used purposed sampling on several sugarcane farmlands in regency of Lampung Utara. There are 74 samples of land rent used in this research, while 62 samples of land sale transactions. Primary data in this research are from field research, while the secondary data are from Kotabumi Property Tax Office. Analysis method that is used in this research are statistic analysis that measured the avarege of capitalization rate. Multiple linear regression analysis is used to study the influence of factors which is mentioned above. The result of the research shows that the average of sugarcane farmland’s capitalization rate in regency of Lampung Utara is 5.11%. the average of capitalization rate in Sungkai Utara is 4.74% and in Bunga Mayang is 5.51%. Regression analysis explains that land measurement, distance to sugarcane mill and wide of road to the sugarcane farmland variables have significant influence on capitalization rate at about 86.39%.
Kata Kunci : Tingkat kapitalisasi,Sewa tanah,Niali jual,Tanah pertanian tebu,capitalization rate,land rent,sale value,sugarcane farmland