Laporkan Masalah

Hambatan eksekusi benda tetap dan upaya penyelesaiannya yang dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Selong

PANCANINGRUM, Rina Khairani, Dr. Sutanto, S.H., MS

2008 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Warga berusaha mempertahankan tanah (warisan/gono-gini) yang akan dieksekusi dengan melakukan tindakan-tindakan anarkis yang mengarah pada eigenrichting. Eigenrichting cenderung dilakukan untuk menolak putusan pengadilan atau mencegah eksekusi yang akan dilakukan oleh petugas pengadilan meskipun telah mendapat bantuan dari aparat kepolisian sektor setempat. Perkara tersebut tidak hanya merusak silaturahmi antara kedua belah pihak yang bersengketa, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar pihak tereksekusi. Oleh karena itu, Penulis mengangkat judul Hambatan Eksekusi Benda Tetap dan Upaya Penyelesaiannya yang Dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Selong sebagai judul tesis. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang timbul dalam menjalankan eksekusi benda tetap dan cara Pengadilan Agama Selong menyelesaikan hambatan yang timbul tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan ruang lingkup penelitian meliputi eksekusi putusan Pengadilan Agama Selong yang terkait dengan benda tetap (tanah) dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 karena pada tahun 2005 Kabupaten Lombok Timur memiliki penduduk yang beragama Islam paling banyak di Propinsi NTB. Data dititikberatkan pada data primer karena menggunakan metode kualitatif deskripsif, sementara data sekunder bersifat pelengkap. Data primer diperoleh dari data lapangan yang dikumpulan dengan metode wawancara (interview) dengan pedoman wawancara yang tidak terstruktur sedangkan sumber data sekunder dari penelitian data kepustakaan yang berupa data resmi Pengadilan Agama Selong baik buku register eksekusi dan berita acara eksekusinya serta berbagai data sekunder di bidang hukum. Data dianalisis secara kualitatif dengan penguraian deskripsi, diagnosik dan perspektif. Hal ini dimaksudkan untuk mengungkapkan dan menggambarkan data yang ada serta realitas kehidupan masyarakat di dalam perkembangan teknologi dan kebijaksanaan pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian, hambatan-hambatan eksekusi benda tetap yang dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Selong pada umumnya berasal dari para pihak yang berperkara. Upaya Pengadilan Agama Selong dalam menyelesaikan hambatan yang timbul tersebut bervariasi, baik itu dengan melakukan pendekatan persuasif, eksekusi perdamaian, eksekusi mendadak, melaporkan advokat ke komisi pengawasan, peninjauan kembali (PK) ataupun meminta bantuan keamanan secara berjenjang.

The civilian were trying to maintain their land (legacies/ gono-gini) which will be executed in anarchic actions that leading to eigenrichting. Eigenrichting was tend to be done either to rejecting decisions of the court or preventing the execution which it will be perform by the court officers although they were assisted by local sector police department. The case wasn’t just breaking the silaturahmi between them which in dispute, but also involving the surrounding communities of the executed part. Therefore, the author is taking up this title of Hindrance of Permanent Object Execution and the Solution Way Performed by Court of Religion of Selong as a title of thesis. The aim of this research are to find out any kinds of arising hindrances in running permanent object execution and how the Court of Religion of Selong to solve the arising hindrances. The research is empirical legal study with the scope of research is the execution of the Court of Religion of Selong decision relating to permanent objects (land) from 2005 to 2007 since in 2005, the Eastern Lombok regency had the most Islamic inhabitants of NTB. Data is focused in the primary data because this research is using descriptive qualitative methods meanwhile the secondary data is the complementary. Primary data obtained from the field data which are collected with interview method (interview) by the orientation of unstructured interviews while the secondary data gained from library data research method in the form of official data of the Court of Religion of Selong, both the execution register book and judicial procedure of execution and also the other legal secondary data consisted of law materials. The data is analyzed qualitatively by diagnostic, perspective and description analyzing. These are meant to describing and revealing the existing data and also to expressing the communities’ life realities in the government discretion and technological development. Based on the result, hindrances of permanent object executions performed by the Court of Religion of Selong came from the dispute parties at law in general. The effort by Court of Religion of Selong to solve the arising hindrances are vary, beginning with persuasive approach, peace execution, sudden executions, spontaneous execution, reporting advocates to the supervisor commission, reviews, or asking the assistance from the gradual secutises

Kata Kunci : Eksekusi,Benda tetap, Execution, Permanent Object


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.