Laporkan Masalah

Efisien portofolio dengan menggunakan conditional value at risk pada saham yang beredar di BEJ periode tahun 2003-2006

RITA, Margareta, Jogiyanto Hartono, Prof., Dr., MBA

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Terdapat banyak alat investasi bagi investor untuk investasi dananya, Salah satunya adalah dengan menginvestasikan dananya melalui saham (membentuk portofolio saham). Seorang investor selalu menginginkan keuntungan yang tinggi dan risiko yang kecil sebagai hasil dari investasinya. Untuk memenuhi keinginan investor tersebut, terdapat beberapa ukuran resiko dari suatu portofolio yang telah diperkenalkan oleh ilmuwan yaitu mean-variance, mean absolute deviation, Minimax, Value at Risk, Conditional Value at Risk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua pendekatan dalam pembentukan portofolio saham. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan mean-variance dan Conditional Value at Risk (CVaR). Data yang digunakan adalah saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dengan membandingkan tingkat risiko dan return portofolio dari kedua pendekatan, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan CVaR tidak lebih baik daripada mean-variance dalam pengukuran risiko CVaR. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat return yang sama, kedua metode menghasilkan tingkat risiko yang berbeda. Pendekatan CVaR memiliki tingkat risiko yang lebih besar daripada mean-variance.

There are a lot of financial instruments for investors to invest their fund s. One of them is to build stock portfolio s. Investors always wish to get profit which give highest returns with the lowest risks on their investments. There are some risks measurements of portfolios introduced by scientists, namely mean-variance, mean absolute deviation, Minimax, Value at Risk and Conditional Value at Risk (CVaR). The research aims to compare two risk measurements, i.e. mean-variance and Conditional Value at Risk. For this objective, data from stocks listed in Jakarta Stock Exchange (JSX ) are used. After comparing the risk and return of portfolio s from these two measurements, the main conclusion to be drawn is that CVaR is better than meanvariance in CVaR’s measurement, because for the same return, CVaR has higher risk than mean-variance.

Kata Kunci : Conditional Value at Risk,Pengukuran risiko,Optimalisasi portofolio,Conditional Value at Risk, Risk Measurement, Portfolio Optimization


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.